PKM MANAJEMEN HIPERTENSI MELALUI TINDAKAN NON MEDIS PADA LANSIA DI LINGKUNGAN/BANJAR SAMBAHAN, KELURAHAN UBUD, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR

Nyoman Purnawan, Nyoman Suarjana

Abstract


ABSTRAK
Hipertensi masih menjadi tiga besar dalam daftar 10 pola penyakit tidak menular. Kabupaten Gianyar memiliki prevalensi tertinggi kasus hipertensi di Bali yang dimana Kecamatan Ubud merupakan kecamatan dengan kasus tertinggi. Kelurahan Ubud yang dalam analisa piramida penduduk memiliki jumlah penduduk lanjut usia (lansia) paling tinggi diantara Desa/Kelurahan lainnya di Kecamatan Ubud, cenderung lebih berisiko memiliki kasus penyakit degeneratif yang lebih serius khususnya hipertensi. Manajemen hipertensi dapat dilakukan dari peningkatan pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta perilaku lansia untuk kontrol tekanan darah. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemberian penyuluhan kesehatan tentang hipertensi, kontrol tekanan darah serta melakukan teknik relaksasi otot progresif. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam menyelesaikan masalah hipertensi pada lansia. Dari 49 lansia, ditemukan 26 lansia dengan tekanan darah di atas normal (>140-90 mmHg). Hal ini menunjukan prevalensi hipertensi masih tinggi sebesar 53%. Setelah kegiatan ini dilaksanakan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang hipertensi sebesar 90%, terjadi peningkatan kontrol tekanan darah secara rutin sebesar 90 % dan terjadi peningkatan penanganan non medis hipertensi melalui teknik relaksasi otot progresif sebesar 99%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta perilaku lansia untuk kontrol tekanan darah sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat.
Kata kunci: Kelurahan Ubud, Lansia, Manajemen Hipertensi, Penyuluhan kesehatan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.