TEKA-TEKI SILANG SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN BAHASA IBU BERBASIS CERITA RAKYAT SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN KARAKTER

Putu Chrisma Dewi, Ni Luh Christine Prawita Sari Suyasa, Anak Agung Made Ariasih

Abstract


ABSTRAK
Kajian yang berjudul “Teka-Teki Silang Sebagai Media Pengajaran Bahasa Ibu Berbasis Cerita Rakyat Sebagai sarana Pembentukan Karakter” ini mengungkapkan tentang kesadaran para pemangku pendidikan mengenai pentingnya pengajaran bahasa ibu berbasis cerita rakyat serta penerapannya melalui media permainan bahasa teka-teki silang sebagai sarana pembentukan karakter. Kajian ini berhasil mengungkap bahwa para pemangku pendidikan, baik anak, orang tua, dan pihak sekolah benar-benar memahami pentingnya penguasaan bahasa ibu semenjak dini. Namun dalam kenyataannya, hal tersebut masih sulit dilakukan karena faktor penggunaan bahasa ibu di dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat masih relatif kurang. Anak-anak lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa asing dalam percakapan sehari-hari sehingga penggunaan bahasa ibu semakin kehilangan popularitasnya. Kegiatan mendongeng, khususnya cerita-cerita rakyat yang berbahasa ibu juga sudah mulai ditinggalkan padahal, cerita rakyat tersebut sarat akan pesan moral dan amanat yang mengandung nilai-nilai karakter. Strategi permainan bahasa teka-teki silang dapat diterapkan sebagai media pembelajaran bahasa ibu melalui cerita rakyat dengan memilih kosakata dalam cerita rakyat yang mengandung nilai-nilai karakter. Sehingga, anak-anak dapat belajar dan menambah kosakata bahasa ibu yang nantinya akan berdampak pada pelestarian kebudayaan dan pemertahanan bahasa, serta tercapainya strategi penerapan pendidikan karakter melalui tahapan sosialisasi, internalisasi, pembiasaan, dan pembudayaan.
Kata kunci : bahasa ibu, cerita rakyat, karakter, teka-teki silang
ABSTRACT
The extinction of language could happened when the number of story teller decrease. In Globalization era, the use of mother language slowly abandoned. Therefore, folklore or interesting games needed to intensify the child's interests in learning the mother language. Character education has become a trend in Indonesia’s education. This study has successfully revealed that educational stakeholders, both children, parents, and the school really understand the importance of mastering the mother language since the early stage. But in reality,it is difficult to apply due to the factors of mother language used in family environment, school, and society still relatively less. Children are more likely to use Indonesian or foreign languages in everyday conversations, so the use of mother language constantly losing its popularity. Storytelling activities, folklore, and especially stories that use the mother language also have begun to be abandoned. Though, the folklore is full of moral messages that contain character values. The strategy of using crossword puzzle game can be applied as a mother language learning media based on folklore by selecting vocabularies in folklore that contain character values. Thus, children can learn and add vocabularies of the mother language which will affect the preservation of culture and language defense, as well as the implementation of character education strategy through socialization, internalization, habituation, and culture.
Keywords : mother language, folklore, character, crossword puzzle

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


2442-6865

2548-7639