Intervensi Kecanduan Gadget Untuk Mencegah Gaya Hidup Sedentari dan Gangguan Metabolik Siswa SMAN 1 Kuta Utara
Main Article Content
Abstract
Kecanduan gadget pada remaja berperan dalam meningkatkan gaya hidup sedentari dan risiko gangguan metabolik. Program Intervensi Kecanduan Gadget (KAGET) di SMAN 1 Kuta Utara dilaksanakan untuk menekan durasi penggunaan gadget non-produktif, meningkatkan aktivitas fisik, serta memperbaiki pemahaman siswa mengenai dampak kesehatan metabolik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran risiko sedentari dan mendorong perilaku hidup lebih aktif. Metode kegiatan: edukasi interaktif, pengukuran tingkat kecanduan gadget dengan kuisoner Smartphone Addiction Scale (SAS-SF), tingkat gaya hidup sedentari melalui kuesioner aktivitas sedentari remaja (ASAQ), pengkuran tekanan darah berat badan, tinggi badan dan lingkar pinggang, pelatihan pengaturan penggunaan gadget dan pelatihan kader. Dilakukan perbandingan sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Hasil: setelah eukasi interaktif, rata-rata skor pengetahuan siswa meningkat dari 70 (pre test) menjadi 90 (post test). Tingkat kecanduan gadget menurun dari sebesar 50% siswa mempunyai tingkat kecanduan sedang menjadi 30% siswa. Tingkat gaya hidup sedentari yang tinggi juga mengalami perbaikan dari awalnya 65% menjadi 30%. Terjadi juga penurunan rata2 BMI dari 22,9 kg/m2 menjadi 21,4 kg/m2. Kesimpulan: Program KAGET efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan digital yang berhubungan dengan penurunan kecanduan gadget, penurunan gaya hidup sedentari dan menurunkan risiko gangguan metabolik pada
siswa SMAN 1 Kuta Utara
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adegboyega, J. A., Odiyose, F. O., & Ajayi, O. G. (2022). Screen time, physical inactivity, and obesity risk among adolescents: A systematic review. Journal of Adolescent Health, 71(4), 423–432. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2022.05.012
Cui, X., Zhu, Z., & Wang, H. (2023). Smartphone addiction and sedentary behavior among adolescents: The mediating role of physical activity. BMC Public Health, 23(1), 1187. https://doi.org/10.1186/s12889-023-15912-5
Kim, S. Y., Lee, H. J., & Park, S. J. (2021). Associations between smartphone overuse, sedentary behavior, and metabolic risk factors in adolescents. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(18), 9638. https://doi.org/10.3390/ijerph18189638
Lopez-Fernandez, O. (2021). Digital addiction in children and adolescents: A clinical and public health perspective. Current Opinion in Psychology, 36, 101–106. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2020.12.003
Mulyani, Y., Pramita, D. P., & Griadhi, I. P. A. (2021). Validitas dan reliabilitas Adolescent
Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) versi Bahasa Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 215–223.
Rahma, S. I., Lukman, M., & Witdiawati. (2025). Sedentary lifestyle pada remaja di era digital: Studi deskriptif di Indonesia. Manuju: Malahayati Nursing Journal, 7(5), 1951–1963.
Rohmah, N., Sari, G. M., & Handayani, L. (2022). Edukasi kesehatan digital untuk menurunkan kecanduan gadget pada remaja sekolah menengah. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(3), 185–193. https://doi.org/10.14710/jpki.17.3.185-193
Twenge, J. M., & Farley, E. (2021). Not all screen time is created equal: Associations with mental and physical health in adolescents. Current Opinion in Psychology, 44, 18–23. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2021.08.002
World Health Organization. (2022). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour for children and adolescents. World Health Organization.
Zhao, Y., Xu, H., & He, J. (2023). School-based interventions to reduce sedentary behavior and improve metabolic health in adolescents: A meta-analysis. Preventive Medicine, 170, 107466. https://doi.org/10.1016/j.ypmed.2023.107466