Uji Organoleptik pada Snack Telur Gabus dengan Fortifikasi Tepung Cangkang Telur

Main Article Content

Handriany Ines Kalumbang
Purwaningtyas Kusumaningsih
I Gusti Ayu Wita Kusumawati

Abstract

Cangkang telur merupakan limbah yang ketersediannya sangat melimpah dan memiliki harga yang murah. Fortifikasi tepung cangkang telur juga dapat diaplikasikan pada snack telur gabus. Snack telur gabus (kue bidaran keju atau widaran keju) merupakan kue tradisional Indonesia berbentuk kecil kembung panjang, berwarna kuning keemasan, bertekstur halus, tidak pecah-pecah serta berasa gurih dan renyah. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitan eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Tiga sampel perlakuan dengan fortifikasi cangkang telur dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 3% , 15% dan 25%. Hasil analisis kalsium tertinggi pada perlakuan TG 4 (25%) yaitu sebesar5.36 mg/kg sedangkan analisis uji fosfor tertinggi yaitu TG 3 (15%) sebesar 0.28 mg/kg, organoleptik menunjukan nilai tertinggi pada tingkat kesukaan rasa pada sampel TG 3 yaitu 4,24; pada kesukaan aroma tidak ada perbedaan yang signifikan dari semua perlakuan berkisar 3,48-3,72 pada tingkat kesukaan warna yang paling disukai sampel TG 3 yaitu 3.68; pada tekstur tidak ada perbedaan yang signifikan dari semua perlakuan berkisar 3,68-408; pada tingkat kesukaan keseluruhan tidak terdapat perbedaan signifikan dari semua perlakuan berkisar antara 3,88-4,04.

Article Details

How to Cite
Kalumbang, H. I., Kusumaningsih, P., & Kusumawati, I. G. A. W. (2023). Uji Organoleptik pada Snack Telur Gabus dengan Fortifikasi Tepung Cangkang Telur. JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), 2(3). Retrieved from https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/view/2709
Section
Articles

References

Bangun, F. F., Suparmi, & Sumarto. (2019). Fortifikasi Isolat Protein Udang Rebon (Mysis relicta) pada Tepung Premix Snack Telur Gabus. Universitas Riau.

Merta, M. G. W., Wartini, N. M., & Sugitha, I. M. (2020). Karakteristik Nugget yang Difortifikasi Kalsium Tepung Cangkang Telur Ayam Ras. Scientific Journal of Food Technology, 7(1), 39–50.

Nuraeni, I., Proverawati, A., & Prasetyo, T. J. (20222). Karakteristik Sensori Cookies Bersubstitusi Tepung Pisang Kepok dan Disuplementasi Tepung Cangkang Telur Ayam. Journal of Nutrition College, 11(1), 74–86.

Nurlaela, A., Dewi, S., Dahlan, K., & Soejoko, D. (2014). Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Ayam dan Bebek Sebagai Sumber Kalsium Untuk Sintesis Mineral Tulang. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 10(1), 81–85.

Sagita, N. A., Kristanti, N. D., & Utami, K. B. (2021). Penerimaan Nugget Ayam dengan Fortifikasi Tepung Cangkang Telur Ayam Ras. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Tropis, 8(2), 115–124.

Simamora, T., Harapan, E., & Kesumawati, N. (2020). Faktor-faktor Determinan yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Manajemen, Kepemimpinan Dan Supervisi Pendidikan, 5(2).

Suryati, Maherawati, & Hartant, L. (2019). Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Cookies dengan Penambahan Puree Labu Kuning dan Tepung Cangkang Telur Ayam. Jurnal Teknologi Pangan, 2(12–25).

Telisa, I., Ramzy, S. G., Sartono, & Purnama, F. (2022). Uji Daya Terima Penambahan Bubuk Cangkang Telur Ayam Ras pada Tekwan dan Analisis Kandungan Kalsium. Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, 17(1), 71–78.

Widnatusifah, E., Manti, B., Bahar, B., Jafar, N., & Amalia, M. (2020). Gambaran Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Pengungsian Petobo Kota Palu. The Journal of Indonesian Community Nutrition, 9(1), 17–29