Evaluasi Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum Theilade) terhadap Bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus secara In Vitro

Main Article Content

Ni Komang Widiiastuti
Ni Kadek Yunita Sari
Putu Angga Wiradana

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan strain bakteri patogen Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotik beta lactam khususnya metisilin. Infeksi MRSA hanya dapat diterapi dengan antibiotik tertentu dan sangat terbatas. Hingga saat ini, kasus resistensi terus berkembang sebagai dampak dari penggunaan antibiotik yang tidak bijaksana. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui secara ilmiah melalui uji praklinik evaluasi antibakteri ekstrak jahe merah sebagai obat herbal terstandar (OHT) di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan dan 3 perlakuan. Uji konfirmatif isolat bakteri MRSA dilakukan dengan parameter uji pewarnaan gram, uji katalase, kultur pada media MSA, dan uji sensitifitas terhadap antibiotik. Uji daya hambat antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. KHM ditentukan dengan mengukur nilai absorbansi pada Spektrofotometer UV-Vis. KBM ditentukan dengan melihat tidak adanya pertumbuhan bakteri pada cawan Petri. Hasil uji konfirmatif menunjukkan bahwa isolat bakteri merupakan bakteri MRSA. Rerata daya hambat tertinggi pada ekstrak jahe merah yaitu sebesar 7,6 mm pada konsentrasi 50%. KHM ekstrak jahe merah terdapat pada konsentrasi 25%. KBM ekstrak jahe merah terdapat pada konsentrasi 100%. Ekstrak jahe merah mampu menghambat pertumbuhan bakteri MRSA. Semakin rendah konsentrasi, daya hambat semakin besar.

Article Details

How to Cite
Widiiastuti, N. K., Sari, N. K. Y., & Wiradana, P. A. (2024). Evaluasi Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum Theilade) terhadap Bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus secara In Vitro. JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), 3(1). Retrieved from https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/view/2936
Section
Articles

References

Astutiningsih, C., Setyani, W., & Hindratna, H. (2014). Uji Daya Antibakteri dan Identifikasi Isolat Senyawa Katekin dari Daun Teh (Camellia sinensisL. var Assamica). Jurnal Farmasi Sains Dan Komunitas, 11(2).

Dewi, M. K., Ratnasari, E., & Trimulyono, G. (2014). Aktivitas antibakteri ekstrak daun Majapahit (Crescentia cujete) terhadap pertumbuhan bakteri Ralstonia solanacearum penyebab penyakit layu. LanteraBio, 3(1), 51–57.

Diniarti, F. A., Kasasiah, A., Hilmi, I. L., Diniarti, F. A., Kasasiah, A., & Hilmi, I. L. (2022). UJI RESISTENSI BAKTERI Escherichia coli DARI SUMBER AIR BAKU DI KARAWANG TERHADAP ANTIBIOTIK SIPROFLOKSASIN. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 4(3), 414–429.

Handrianto, P. (2016). Uji Antibakteri Ekstrak Jahe Merah Zingiber officinale var. Rubrum Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. J. Res. Technol, 2()

Hayati, Z., Widyastuti, E., Nurjannah, N., Mudatsir, M., & Saputra, I. (2022). Hubungan Kualitas Penggunaan Antibiotik dengan Luaran Klinis Pasien Bakteremia yang Disebabkan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 22(1).

Ibrahim, A. H., Hasan, H., & Pakaya, M. S. (2021). Skrining Fitokimia dan Uji Daya Hambat Ektrak Daun Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis dan Escherichia coli. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 1(7), 107–118.

Kholifah, Y. F., Dewi, E. R. S., & Widyastuti, D. A. (2019). Kemampuan daya hambat limbah kulit manggis (Garcinia mangostana L) sebagai antibakteri pada Bacillus cereus ATCC 10876. Seminar Nasional Sains & Entrepreneurship, 1(1).

Makalew, M. A. J., Nangoy, E., & Wowor, P. M. (2016). Uji Efek Antibakteri Air Perasan Daging Buah Nanas (Ananas comosus (L) merr) Terhadap Bakteri Klebsiella pneumoniae. J. e-Biomedik, 4.

Merta, (Ketua Kelompok Tani Desa Taro). (2021). Tanaman Jahe Merah dan Alpukat Sebagai Tanaman Lokal Desa Taro dan Kebiasaan Mengkombinasi Rimpang Jahe Merah Dengan Daun Alpukat Secara Turun Temurun Dimanfaatkan Untuk Pengobatan Sendiri (Self-Medication). Hasil Wawancara Pribadi: 12 Desember 2021, Desa Taro, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

Nugraha, E. S., Setiawan, D., & Dewananda, D. A. (2019). Jahe Merah Penyembuh Luka Diabetes Terinfeksi Methicillin Resistant Staphylococcus aureus. Prosiding Program Kreativitas Mahasiswa, 74–74.

Puteri, R. D., Rialita, T., & Nurhadi, B. (2018). Karakteristik Fitokimia Mikrokapsul Minyak Atsiri Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. In Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS, 2(1).

Saranraj, P., & Devi, D. (2018). Essential Oils and its Antibacterial Properties-A Review. Life Science Archives (LSA). Review, 3, 848–853.

Sari, N. K. Y., Sintia, P. L., Deswiniyanti, N. W., & Permatasari, A. A. P. (2023). Aktivitas Antimikroba Infusa dan Ekstrak Bunga Kamboja Putih (plumeria acuminata) Secara In Vitro. Jurnal kesehatan Terpadu, 7(1).

Sennang, N., & Rusli, B. (2018). Resistensi terhadap methicillin (methicillin resistant) staphylococcus aureus di Instalasi Rawat Inap. Indonesian Journal Of Clinical Pathology And Medical Laboratory, 17(1), 5–8.

Vaz, M. S. M., Simionatto, E., A, G. H. de A. de S., Fraga, T. L., Oliveira, G. G. de, Coutinho, E. J., Santos, M. V. O. dos, & Simionatto, S. (2022). No Title Zingiber officinale Roscoe essential oil: An alternative strategy in the development of novel antimicrobial agents against MDR bacteria. Industrial Crops and Products, 185.

Widiani, P. I., & Pinatih, K. J. P. (2020). Uji daya hambat ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Medika Udayana, 9(3), 22–28.

Wikananda, I. D. A. R. N., Hendrayana, M. A., & Pinatih, K. J. P. (2019). Efek Antibakteri Ekstrak Ethanol Kulit Batang Tanaman Cempaka Kuning (M. champaca L.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jurnal Medika, 8(5)

Wulansari, E. D., Lestari, D., & Khoirunissa, M. A. (2020). Kandungan terpenoid dalam daun ara (ficus carica l.) Sebagai agen antibakteri terhadap bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus. Pharmacon, 9(219–225).