Otonan Alit Media Training to Boost the Self-Confidence of Hindu Women in Banjar Dharma Praja Giri Menang, West Lombok Regency

Authors

  • Desak Putu Saridewi Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
  • Ni Komang Wiasti institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
  • Ni Luh Sinar Ayu Ratnadewi institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
  • I Made Pandya Wiranata institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
  • Ni Ketut Rencani institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
  • I Nyoman Wijana institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
  • Siti Zaenab institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
  • Putu Gede Asnawa Dikta institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36002/jd.v5i1.5453

Keywords:

Banten otonan alit, Self-celebration, Hindu woman

Abstract

The Pawotonan ritual is an important tradition for celebrating birthdays according to the Wuku calendar. However, over time, the philosophical values and symbolic meanings of Otonan, particularly Otonan Alit, have changed. The emergence of Gen Z birthday traditions has become dominant, thus obscuring the Otonan tradition. Ironically, Hindu women have slowly followed modern trends and nearly forgotten the tradition. Women in Bali are expected to have a broad understanding and skill set related to religious rituals, offerings, customs, and culture. In this context, preserving and strengthening cultural values through traditional media, such as Otonan Alit, is important and relevant. This study employs a qualitative approach with community service activities, including training on the production of Otonan offerings. This training will take place in the village of Dharma Praja, Giri Menang, Lombok Barat, on July 13, 2025. The training uses an observational approach based on participants' social conditions and abilities. The discussion is conducted in a humanistic manner to discuss participants' abilities to perform the Otonan ritual with their respective traditions. The documentation method was used to supplement the data obtained during the activity. The study focuses on creating banten otonan according to Hindu religious texts. The subjects/participants are the WHDI, Dharmika, and Srathi of Lombok Barat. The results of the training showed that the Otonan Alit medium can be an effective educational and reflective tool for fostering self-confidence, pride in identity, and awareness of the role of women in maintaining family and community harmony.

References

Adnyana, I. (202)2. Transformasi Pendidikan Agama Hindu dan Matematika Dalam Mejejahitan. Sang Acharya Jurnal Profesi Guru, 2(1), 83.

Ardika, I. W. (2021). Persembahan ritual dalam Hindu Bali: Peran banten dalam upacara otonan. *Jurnal Kajian Bali, 11(2), 123-145.

Desak, P. N., Sudarsini, N.N., Asnawa,P.G., & Cokorda, I.C.I.A. (2024). Pelatihan Pembuatan Banten Otonan Sederhana Sesuai Sastra Agama Hindu. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 1585-1593.

Dharma, S. (2021). Simbolisme banten dalam ritual Hindu Bali: Studi kasus otonan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10 (3), 201-218.

Ekaningtyas, N. (2022). Penanaman Nilai Agama Dan Moral Pada Anak Usia Dini Berdasarkan Pendekatan Psikologi Perkembangan. jp, 2(1), 39.

Ekawati, N., Lestari, N., & Saputra, I. (2023). Penguatan Pendidikan Agama Hindu Pada Upacara Ngusaba Desa Di Desa Kutuh, Kabupaten Badung. Metta Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(2), 245-256.

Gotama, I., Wirdiani, N., & Mandenni, N. (2019). Rancang Bangun Sistem Jual Beli Banten Online. Jurnal Ilmiah Merpati (Menara Penelitian Akademika Teknologi Informasi), 151.

Jaya, I. (2022). Implementasi Rest Api Pada Aplikasi Admin Penjualan Banten. JUPITA, 1(1), 167-172.

Kusuma, R. (2023). Pelestarian budaya melalui banten otonan: Tradisi Hindu di Bali. (Majalah Ilmiah Saraswati), 15(4), 456-472

Saniarta, W. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Tradisi Pesangkepan Tilem di Desa Batukaang Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Japam (Jurnal Pendidikan Agama), 3(02), 157-162.

Sudarsana, I. (2024). Membentuk Karakter Dan Kesadaran Lingkungan Melalui Pendidikan Agama Hindu. Jurnal Simki Pedagogia, 7(1), 228-242.

Valintiana, N. (2023). Pemahaman Masyarakat Hindu Terhadap Upakara Nasi Wong Wongan Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Desa Ogodopi Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Widya Genitri Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Dan Kebudayaan Hindu, 14(1), 58-72.

Wulandari, I. (2023). Pemahaman Nilai Filosofi Banten Suci Pada Masyarakat Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Satya Widya Jurnal Studi Agama, 6(2), 169-182.

Agus, P., Windu, Y., Sugiartini, D. K., Dian, P., Kusuma, P., Tinggi, S., & Kesehatan, I. (2020). Aktualisasi Perempuan Hindu Dalam Jejaitan , Banten Dan Upakara Sebagai Pelestarian Budaya Dan Kesadaran Estetika Manusia Bali. 3(2), 420–432.

Brahmandika, P. G. dkk. (n.d.). Mebayuh oton dalam aspek anyangaksara di bali. 31–37.

Dewi, Ni Komang Ayu Sri Ratna. Sudarsana, I. K. (n.d.). Upacara Bayuh Oton Uda Yadnya Di Desa Pakraman Sidakarya Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar. 384–389.

Gusti, N., & Kartika, A. (n.d.). Fungsi Dan Peranan Perempuan Hindu Dalam Pelaksanaan Yadnya Di Bali. 24(2), 194–202.

Indriani, M. N. (2019). Pemberdayaan Perempuan Bali Dalam Membuat Upakara Banjar Gemeh. 3(2013), 10–24.

Ngurah, I Gusti Ayu. Seniwati, D. N. (n.d.). Pelaksanaan Otonan Di Kota Denpasar ( Kajian Bentuk , Makna dan Fungsi ). 2(April 2019), 66–78.

Sukmayasa, I. M. H. (2024). Eksistensi Banten otonan dalam Pembentukan Karakter Anak di Era Modern. 2(2), 122–133.

Downloads

Published

2026-04-19

How to Cite

Saridewi, D. P., Wiasti, N. K., Ratnadewi, N. L. S. A., Wiranata, I. M. P., Rencani, N. K., Wijana, I. N., … Dikta, P. G. A. (2026). Otonan Alit Media Training to Boost the Self-Confidence of Hindu Women in Banjar Dharma Praja Giri Menang, West Lombok Regency. JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA, 5(1), 159–169. https://doi.org/10.36002/jd.v5i1.5453