Pemetaan Zonasi Daerah Rawan Banjir di Denpasar Bali dengan Metode K-MEANS CLUSTERING

Nyoman Ngurah Adisanjaya, Agus Tommy Adi Prawira Kusuma, I Gusti Ngurah Manik Nugraha

Abstract


ABSTRAK
Banjir di Kota Denpasar Bali telah menjadi permasalahan utama dalam kehidupan sosial masyarakat. Pada musim hujan dalam waktu singkat beberapa lokasi mengalami banjir, yang mengakibatkan terhambatnya transportasi, aktivitas serta tidak jarang disertai dengan permasalahan kesehatan. Salah satu upaya untuk membantu lebih mempermudah informasi mengenai zonasi daerah rawan banjir dengan membuat pemetaan zonasi daerah rawan banjir menggunankan SIG dengan metode K-Means Clustering. Metode penelitian menggunakan analisa data sekunder dan primer dengan penggunaan software Arcview GIS. Dengan melakukan digitasi peta, overlay dan sinkronisasi koordinat titik banjir yang terjadi sehingga di peroleh hasil pemetaan daerah rawan banjir. Pengelompokan diambil berdasarkan kerapatan/density, pengolahan data curah hujan, kemiringan lereng, tutupan lahan dan tekstur tanah di Denpasar. Hasil penelitian di peroleh tingkat klaster daerah rawan banjir menjadi 3 klas diantaranya rendah, sedang dan tinggi. Daerah yang berpotensi tinggi rawan banjir adalah Denpasar Barat seperti Pemecutan, Padang Sambian, wilayah Denpasar Selatan Pemogan dan Sidekarya, Sanur, Panjer dan Renon. Wilayah Denpasar Utara terjadi titik rawan banjir terjadi di Ayani sedangkan untuk Denpasar Timur berada di jalan Siulan. Kesimpulan penelitian tingginya potensi banjir dibeberapa daerah di Denpasar selain disebabkan beberapa daerah memiliki kemiringan lahan yang berbeda, curah hujan, juga dipengaruhi beberapa titik lokasi gorong-gorong yang sering tersumbat, kesadaran masyarakat akan sampah yang masih kurang juga mempengaruhi potensi banjir tersebut.
Kata Kunci: SIG, Zonasi, Banjir, ArcView, K-Means, Clustering
ABSTRACT
Floods in Denpasar, Bali have become a major problem in social life. During the rainy season, several locations experienced flooding in a short time, which resulted in delays in transportation, activities and often accompanied by health problems. One of the efforts to help facilitate information about the zoning of flood-prone areas is to create a flood-prone zoning map using GIS with the K-Means Clustering method. The research method used is secondary data analysis and primary data using Arc view GIS software. By digitizing the map, overlaying and synchronizing the coordinates of the flood points that occur, the mapping results of flood-prone areas can be obtained. The grouping is carried out based on density, rainfall data processing, slope, land cover and soil texture in Denpasar City. The results showed that the flood-prone area clusters were divided into 3 classes, namely low, medium and high. Areas with high potential for flooding are West Denpasar such as Pemecutan, Padang Sambian, Pemogan South Denpasar and Sidekarya, Sanur, Panjer and Renon. North Denpasar is a flood-prone area in Ayani while East Denpasar is on Jalan Siulan.The conclusion of this study is the high potential for flooding in several areas in Denpasar because several areas have different land slopes, rainfall is also influenced by several locations where culverts often become clogged, public awareness of the existing waste. still lacking also an impact on the potential for flooding.
Keywords: GIS, Zoning, Flood, Arc View, K-Means, Clustering

Full Text:

PDF

References


Abas., A.I. (2011). Peranan Konservasi Lahan Dalam Pengelolaan Perkebunan. Jurnal Sumberdaya Lahan. 5 (2): 103-116.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2007). Undang - undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali. (2013). Laporan Kejadian Bencana di Kabupaten/ Kota Denpasar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali.

Badan Pusat Statistik Kota Denpasar. (2018). Buku Saku Statistik Denpasar. Available from: http://denpasarkota.go.id. 21.08.2021

Dewi., N., Y., Yusuf, Rita.,Y.I. (2017). Pengaruh Kemiskinan Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Provinsi Riau. JOM Fekon. 4 (1) : 870-882.

Estiningtyas.,W., R.Boer, A. Buono. (2009). Analisis Hubungan Curah Hujan Dengan Kejadian Banjir Dan Kekeringan Pada Wilayah Dengan Sistim Usahatani Berbasis Padi Di Propinsi Jawa Barat. Jurnal Agromet 23 (1): 11-19.

Natsir, M. F. (2017). Analisis Permasalahan Banjir Wilayah Kelurahan Karunrung Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Undergraduated Theses of Faculty of Science and Technology. Universitas Islam Alauddin Makassar. Makassar.

Nirawana, J. (2017). Mewariskan Kota Layak Huni. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Pancasasti., R. dan E., Khaerunisa. (2018). Analisis Dampak Laju Pertumbuhan Penduduk Terhadap Aspek Kependudukan Berwawasan Gender Pada Urban Area Di Kota Serang. Jurnal Tirtayasa Ekonomika. 13 (1): 130-145.

Prahasta, E. (2009). Sistem Informasi Geografis : Konsep-Konsep Dasar (Perspektif Geodesi dan Geomatika). Bandung: Informatika Permanasari., I. (2007). Aplikasi SIG Untuk Penyusunan Basis Data Jaringan Jalan di Kota Magelang Semarang Indonesia. Semarang: Universitas Negeri Semarang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


p-ISSN 2549-7413
e-ISSN 2620-3847