SKRINING FITOKIMIA PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN FLAVONOID EKSTRAK METANOL DAUN SALAM (Syzygium polyantum)

Main Article Content

Ni Luh Meita Ari Wahyuni

Abstract

Tanaman merupakan suatu obat herbal yang paling banyak diteliti. Tanaman salam (Syzygium polyantum) salah satu tanaman obat yang digunakan secara turun temurun. Daun salam, yang umumnya digunakan sebagai bumbu dapur atau rempah-rempah untuk meningkatkan aroma makanan, ternyata memiliki manfaat kesehatan yang belum banyak diketahui masyarakat. Menurut penelitian sebelumnya, daun salam mengandung berbagai senyawa kimia seperti alkaloid, fenolik, tanin, steroid, saponin, triterpenoid, dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah uji skrining fitokimia ekstrak metanol daun salam. Rancangan acak lengkap. Setiap percobaan di lakukan tiga kali. Data skrining fitokima diolah secara deskriptif dan kualitatif. Data total Fenolik dan Flavonoid di olah secara kuantitatif menggunakan Microsoft Exel. Ekstrak daun salam yang di dapatkan dengan cara maserasi simplisia kering daun salam menggunakan methanol, kandungan fitokimia yang di uji secara kualitatif yang di uji secara kualitatif menggunakan uji skrining fitokimia sederhana. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa daun salam (Syzygium polyantum) mengandung metabolit sekunder, metabolit yang terkandung dalam daun salam yaitu, alkaloid, flavonoid, tannin, steroid Diketahui berbagai senyawa fenolik terkandung dalam daun salam. Kadar total fenolik pada sampel ekstrak metanol daun salam (Syzygium polyantum) adalah10054,284 ,standar refriasinya mg GAE/g ekstrak. Kadar total flavonoid pada sampel ekstrak metanol daun salam (Syzygium polyantum) adalah 46,965 standar refriasinya (mg GAE/g ekstrak).

Article Details

How to Cite
Ari Wahyuni, N. L. M. (2025). SKRINING FITOKIMIA PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN FLAVONOID EKSTRAK METANOL DAUN SALAM (Syzygium polyantum). Jurnal Media Sains, 9(2). Retrieved from https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jms/article/view/5345
Section
Articles

References

Apsari, Pramudita Dwi., & Susanti, H. (2011). Penetapan kadar fenolik total ekstrak metanol kelopak bunga rosella merah (Hibiscus sabdariffa Linn) dengan variasi tempat tumbuh secara spektrofotometri. Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 2(1), 73-80

Backer, C. A., & Bakhuizen van den Brink, R. C. (1963). Flora of Java (Spermatophytes only) Vol. 1. Noordhoff, Groningen, the Netherlands.

Damayanti, S., Rohmawati, N., & Wibowo, M. A. (2021). Aktivitas antibakteri ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Sains dan Kesehatan, 3(6), 373-380.

Gumolung, D. (2018). Analisis kandungan total fenolik pada jonjot buah labu kuning (cucurbita moschata). Jurnal Kimia Fullerene , 3 (1), 1-4.

Handayani, D., & Maulina, D. (2013). Aktivitas antibakteri ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) dan daun mangga (Mangifera indica L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pharmaciana, 3(2), 123-132.

Handoyo, DLY, 2020. Pengaruh lama waktu maserasi (perendaman) terhadap kekentalan ekstrak daun sirih (Piper betle). Jurnal Farmasi Tinctura , 2 (1), hal.34-41.

Hasan R, Siregar GA, Lindarto D. Syzygium Polyanthum Reduced TNF-α and ADAM17 Protein Expression in Myocardial Infarction Rat Model.Med Arch. 2020;74(6):416-420. doi:10.5455/medarh.2020.74.416-420

Huda, F. N., Noriham, A., Norrakiah, A. S., dan Babji, A. S., 2009, Antioxidant activity of plants methanolic extracts containing phenolic compounds, African Journal of Biotechnology, 8 (3), 484-489.

Jamal, A. K., Yaakob, Y., & Rahman, O. A. (2020). Syzygium polyanthum (Wight) Walp: A potential phytomedicine. Frontiers in Pharmacology, 11, 602876.

Nazirah, N., Nasution, MA, Ridwanto, R., & Nasution, HM (2023). Penelitian fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) dari Gampong Bunot, Pidie Jaya dengan metode DPPH. Jurnal Farmasi dan Sains , 104-116.

Nuriyati, A., Masruhim, M. A., & Susanti, H. (2021). Potensi daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai obat herbal dalam pencegahan dan pengobatan COVID-

19. Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman, 3(1), 1-8.

Patel, P., Kumar, V., & Soni, A. K. (2022). Syzygium polyanthum (Wight) Walp: A review on phytochemistry and pharmacological activities. Journal of Herbal Medicine, 30, 100533.

Poulsen, A. D. (2006). Syzygium polyanthum. In: Syzygieae (Myrtaceae). Flora Malesiana, 19, 501-553.

Putri, N. H. K., & Saraswati, I. (2021). Potensi daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) sebagai antikanker payudara. Farmaka, 19(1), 24-31.

Qurrotu, A., & Auliana, R. (2020). Identifikasi senyawa flavonoid pada daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) dengan metode kromatografi lapis tipis. Jurnal Penelitian Saintek, 25(1), 12-18.

Sari, I. D., Nurrochmah, F., & Amalia, V. (2019). Potensi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) sebagai antikanker. Farmaka, 17(2), 155-167.

Sari, I. D., Nurrochmah, F., & Amalia, V. (2019). Potensi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) sebagai antikanker. Farmaka, 17(2), 155-167.

Sastrohamidjojo, H. (2005). Kimia Minyak Atsiri. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Saswati, N., Mudzakir, M., & Sumaryati, S. (2013). Identifikasi senyawa kimia minyak atsiri daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp). Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 4(1), 1-6.

Setiawan, A., Pramono, S., & Nurrochmad, A. (2018). Eksplorasi jamu ramuan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) untuk kesehatan. Jurnal Bahan Alam Terbarukan, 7(2), 117-128.

Sulistyowati, Y., & Mulyati, S. (2009). Aktivitas antioksidan α-tokoferol dalam sistem koloid plasmatic aprotein sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif. Jurnal Sains dan Matematika, 17(2), 86-91.

SPEKTROFOTOMETRI, TS, & KONTEN, DOTP (2012). PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK METANOL KELOPAK BUNGA ROSELLA MERAH (Hibiscus sabdariffa Linn) DENGAN VARIASI TEMPAT. Jurnal Ilmiah Kefarmasian , 2 (1), 73-80.

Tjahjani, S., Widowati, W., Khiong, K., Suhardi, A., & Tjokropranoto, R. (2014). Antioxidant properties of Syzygium polyanthum. Free Radicals and Antioxidants, 4(2), 7-13.

Widyawati, T., Latifah, N., Sutrisno, M., & Agustini, N. W. S. (2022). Bioaktivitas antioksidan fraksi polar daun salam (Syzygium polyanthum) secara in vitro. Jurnal Biodjati, 7(1), 65-72.

Wungkachen, S., Karnchanatat, A., Jaroenpool, J., & Adams, R. P. (2021). Essential oil composition and biological activities of Syzygium polyanthum (Wight) Walp. from Northern Thailand. Journal of Essential Oil Research, 33(6), 423- 431.

Zulcafli AS, Lim C, Ling AP, Chye S, Koh R. Antidiabetic Potential ofSyzygiumsp.: An Overview.Yale J Biol Med.2020;93(2):307-325.