Hubungan Aktivitas Fisik dengan Nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar
Main Article Content
Abstract
Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi insulin. Diabetes melitus memiliki potensi mempengaruhi berbagai organ di dalam tubuh, yang disebut sebagai komplikasi. Peripheral Artery Disease (PAD) ialah bentuk komplikasi makrovaskular dari diabetes. Untuk mencegah terjadinya PAD yaitu dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Pencegahan dan deteksi dini pada penyakit ini, yaitu pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) merupakan metode yang dapat diterapkan guna mendeteksi PAD. Tujuan: mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik dengan nilai ABI pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. Metode: penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 72 responden. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan nilai ABI diukur menggunakan alat Doppler. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: mayoritas responden memiliki aktivitas fisik dalam kategori sedang sebesar 65,3% dengan nilai ABI dalam kategori normal sebesar 58,3%. Penelitian dilakukan menggunakan uji Spearman Rank yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan nilai ABI dengan koefisien korelasi r=0,426 (p-value=0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas fisik, maka semakin baik nilai ABI pasien. Penelitian ini menekankan pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan vaskular dan mencegah komplikasi pada pasien diabetes.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Arania, R., Triwahyuni, T., Esfandiari, F., & Nugraha, F. (2021). Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayati, 5(3), 146–153
Balyan, Sri Andala, & Yudi Akbar. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami, 8(2), 1–9.https://doi.org/10.54460/jifa.v8i2.66
Divianty, R., Diani, N., & Nasution, T. H. (2021). Karakteristik Pasien Diabetes Melitus dengan Pengetahuan Tentang Hipoglikemia. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 9(3), 443. https://doi.org/10.20527/dk.v9i3.9737
Indrayana, Y., Harahap, H. S., & Hunaifi, I. (2020). Deteksi Dini Penyakit Arteri Perifer pada Pasien Diabetes Melitus di Kota Mataram. Jurnal Gema Ngabdi, 2(3), 256–262. https://doi.org/10.29303/jgn.v2i3.118
Imelda, S. I. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya diabetes Melitus di Puskesmas Harapan Raya Tahun 2018. Scientia Journal, 8(1),28–39.
International Diabetes Federation. (2025). IDF Diabetes Atlas 11th Edition.
Kartikadewi, A., Setyoko, S., Wahab, Z., & Andikaputri, K. (2022). Ankle Brachial Index pada Penderita Diabetes dan Non Diabetes, dan Hubungannya dengan Aktivitas Fisik dan Perilaku Merokok. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 18(1), 57. https://doi.org/10.24853/jkk.18.1.57-68
Lestari, Zulkarnain, Sijid, & Aisyah, S. (2021). Diabetes Melitus: Review Etiologi, Patofisiologi, Gejala, Penyebab, Cara Pemeriksaan, Cara Pengobatan dan Cara Pencegahan. UIN Alauddin Makassar, 1(2), 237–241. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb
Lubis, M. S. A., Aminah, T. N. F., Pangestuty, S., Atika, R., Sembiring, S. P., & Aidha, Z. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus (DM) di Desa Kubah Sentang Kecamatan Pantai Labu. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(2), 2061. https://doi.org/10.33087/jiubj.v23i2.2968
Pramesti, N. M. W. (2019). Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Upt. Kesmas Abiansemal Ii Tahun 2019. (Skripsi) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Denpasar.
Ramadhani, N. F., & Adrian, V. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Diabetes Melitus Pada Wanita Usia 20-25 di DKI Jakarta (Analisis Data Posbindu PTM 2019). Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 2(2). https://doi.org/10.7454/bikfokes.v2i2.1024
Rif’at, I. D., Hasneli N, Y., & Indriati, G. (2023). Gambaran Komplikasi Diabetes Melitus Pada Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Keperawatan Profesional, 11(1), 52–69. https://doi.org/10.33650/jkp.v11i1.5540
Supriyadi, Trishinta, S. M., & Tanggul, P. (2024). Hubungan Tingkat Stres dan Lama Menderita Dengan Ankle Brachial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Kendalkerep Blimbing Malang. National Conference Update on Nursing, 1(01), 64–73.
Sulistyana, S. C., Solikha, N. L., Nurseskasatmata, S. E., Saputra, Yudi Dwi Nurvitriana, N. C., Wijayanti, K., Abdul, F., Christianingsih, S., Nugraha, A., & Burhanuddin, K. (2024). Aktivitas Fisik Dalam Kesehatan (C. S. Sulistyana (Ed.)). Eureka Media Aksara.
Waluyo, R. A., & Binoriang, D. P. (2024). Penatalaksanaan Senam Kaki Diabetes Terhadap Nilai ABI (Ankle Brachial Index) Pada Lansia : Studi Kasus. Jurnal Medika Nusantara, 2(2), 166–172. https://doi.org/10.59680/medika.v2i2.1123
Widayanti, D. M., Kertapati, Y., Anggoro, S. D., Ismail, A., Atik, T., & Gustayansyah, D. (2020). Penyuluhan Kesehatan Diabetes Melitus. 3(1), 9–27.
Wulandari, S., Haskas, Y., & Abrar, E. A. (2023). Gambaran Disparitas Diabetes Melitus Tipe 2 Ditinjau Dari Faktor Sosiodemografi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 3(6), 263–269.Kementerian Kesehatan RI. 2014. Pusat Kesehatan Masyarakat: Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 tahun 2014. Indonesia: Kementerian Kesehatan RI.