PEMANFAATAN BIO-BRIKET BERBAHAN DASAR LIMBAH AMPAS TEBU DAN BAGLOG JAMUR TIRAM SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI RAMAH LINGKUNGAN
Main Article Content
Abstract
ABSTRAK Arang dari limbah produksi pertanian atau turunannya umumnya tidak bernilai ekonomis sehingga seringkali menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah ampas tebu dan baglog jamur tiram merupakan salah dua dari berbagai macam produk turunan dari kegiatan pertanian. Selama ini, ampas tebu lebih tinggi dihasilkan jika dibandingkan dengan gula tebunya pada tahap produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan Inovasi Bio-Briket sebagai salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengurangi permasalahan meningkatnya limbah organik yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Limbah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Bio-Briket sangat mudah ditemukan dan merupakan by-product dari hasil kegiatan pertanian seperti ampas tebu dan limbah baglog. Pemanfaatan bahan baku yang berasal dari biomassa menjadi Bio-Briket juga bersifat ramah lingkungan karena selama ini bahan baku tersebut cenderung belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani atau masyarakat dan belum memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pada saat digunakan, Bio-Briket ini juga lebih ramah lingkungan karena menghasilkan asap pembakaran yang relatif lebih rendah dibandingkan arang biasa, sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak polusi udara dan menunjang kesehatan masyarakat. Bio-Briket yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Inovasi baru dari Bio-Briket yang menggunakan ampas tebu dan limbah baglog jamur tiram ini juga dapat mendukung 17 Program Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pada poin 7 (Affordable and Clean Energy), poin 12 (Responsible Consumption and Production), dan poin 13 (Climate Action).
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Widya Fitriani dan Wetri Febrina. 2021. “Analisis Potensi Briket Bio-Arang sebagai Sumber Energi Terbarukan”. Jurnal Teknik Pertanian Lampung. Vol. 10 No. 02
Ana. F. S, Akhmas Fauzi, Bambang Juanda. 2017. “Peramalan Penyediaan dan Konsumsi Bahan Bakar Minyak di Indonesia dengan Model Sistem Dinamik”. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, Vol. 17 No 2. 2017 hal 118-137
Fatwa Aji dan Ahmad Aftah. 2019. “Karakteristik Briket Bio-Arang dari Campuran Limbah Baglog Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dan Sekam Padi”. Indonesian Journal of Applied Physics Vol. 09 (02) (2019) 76
V. Setiani, A. Setiawan, M. Rohmadhani, R. D. Maulidya, Analisis Proximate Briket Tempurung Kelapa dan Ampas Tebu, Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, vol. 16, no. 2, hal. 91-96, 2019.
R. Afandi, F. H. Hamzah, E. Rossi, Karakteristik Briket Ampas Tebu dan Tongkol Jagung dengan Perekat Tepung Sagu, Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau, vol. 5, no. 2, hal. 1- 14, 2018
Milenia. Y. P. Setyono, Yayok Suryo. P. 2022. “Analisis Kadar Air dan Kadar Abu Briket Lumpur IPAL dan Fly Ash dengan Penambahan Serbuk Gergaji Kayu”. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, Vol 1, no. 06, hal 699-701, 2022
Nurhalim, Rochim B.C, Muskilin Hidayat. 2018. “Karateristik Bio-Briket Berbahan Baku Batu Bara dan Ampas Tebu terhadap Kualitas dan Laju Pembakaran. Jurnal Rekayasa Proses. Vol. 12 No. 1, 2018, hal 51-58.
Muhammad Hafizh. R. N.R. 2019. “Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu Menjadi Briket Energi Alternatif dengan Perekat Tepung Tapioka”. Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Thoha, M.Y. dan Fajrin, D.E. 2010. “Pembuatan Briket Arang dari Daun Jati dengan Sagu Aren sebagai Pengikat”. Teknik kimia. Vol 17 No (1). Hal 35-. 36.
Kementerian ESDM Repubik Indonesia. 2019. “Laporan Kinerja 2019”
Saleh, A. (2013) ‘Efisiensi Konsentrasi Perekat Tepung Tapioka Terhadap Nilai Kalor Pembakaran Pada Biobriket Batang Jagung (Zea May L)’, Jurnal Teknosains 7 no.1, p. (78-89).