TINGKAT REGULASI EMOSI PADA REMAJA TENGAH
Isi Artikel Utama
Abstrak
ABSTRAK Tugas perkembangan menuntut remaja untuk mampu meregulasi emosi, namun pada kenyataannya remaja merupakan kelompok usia paling rentan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi secara efektif. Dua penelitian sebelumnya menyatakan bahwa regulasi emosi remaja tengah berada dalam kategori rendah, sementara tiga penelitian yang lain menyatakan regulasi emosi berada dalam kategori sedang. Perbedaan berbagai studi tersebut menggugah ketertarikan peneliti untuk menguji gambaran regulasi emosi pada remaja tengah yang sesungguhnya. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui gambaran regulasi emosi pada remaja tengah. Regulasi emosi diukur dengan menggunakan Skala Regulasi Emosi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif tipe deskriptif. Populasi penelitian sejumlah 890 remaja tengah, sementara sampel penelitian sejumlah 277 remaja tengah, yang didapat dengan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menyebutkan ada 8 subjek memiliki regulasi emosi sangat rendah (2,9%), 51 subjek memiliki regulasi emosi rendah (18.4%), 34 subjek memiliki regulasi emosi sedang (12,3%), 184 subjek memiliki regulasi emosi tinggi (66,4%), dan 0 subjek memiliki regulasi emosi sangat tinggi (0%). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa remaja tengah cukup mampu meregulasi emosi diri sendiri. Hasil penelitian ini dapat memberikan pemetaan mengenai tingkat regulasi emosi pada remaja tengah dan menjadi landasan untuk pengembangan program intervensi psikologi dengan topik regulasi emosi.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Ali, E., Letourneau, N., & Benzies, K. (2021). Parent-child attachment: A principle-based concept analysis. SAGE Open Nursing, 7, 23779608211009000. https://doi.org/10.1177/23779608211009000
Amira, F. S., & Mastuti, E. (2021). Hubungan antara parent attachment dengan regulasi emosi pada remaja. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 837–843. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.27037
Aritonang, S. A. D., & Soetjiningsih, C. H. (2024). Pola asuh otoritatif dan regulasi emosi pada remaja akhir. G- Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 653–660. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i2.5572
Azwar, S. (2015). Validitas dan reliabilitas (4th ed.). Pustaka Pelajar.
Bookhout, M. K., Hubbard, J. A., & Moore, C. C. (2017). Emotion regulation. In J. E. Lochman & W. Matthys (Eds.), The Wiley Handbook of Disruptive and Impulse‐Control Disorders (1st ed., pp. 221–236). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781119092254.ch14
Choirunissa, R., & Ediati, A. (2020). Hubungan antara komunikasi interpersonal remaja-orangtua dengan regulasi emosi pada siswa SMK. Jurnal EMPATI, 7(3), 1068–1075. https://doi.org/10.14710/empati.2018.21856
Diajeng, H., Indari, & Mustriwi. (2021). Gambaran regulasi emosi remaja SMK korban bullying di SMK Multimedia Tumpang. Nursing Information Journal, 1(1), 25–30. https://doi.org/10.54832/nij.v1i1.164
Dwityaputri, Y. K., & Sakti, H. (2015). Hubungan antara regulasi emosi dengan forgiveness pada siswa di SMA Islam Cikal Harapan BSD-Tangerang Selatan. Jurnal EMPATI, 4(2), 20–25. https://doi.org/10.14710/empati.2015.14886
Eisenberg, N., & Spinrad, T. L. (2004). Emotion‐related regulation: Sharpening the definition. Child Development, 75(2), 334–339. https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2004.00674.x
Farih, Y. N., & Wulandari, P. Y. (2022). Pengaruh keberfungsian keluarga terhadap regulasi emosi pada remaja awal. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 445–455. https://doi.org/10.20473/brpkm.v2i1.34367
Febrianti, S. W., & Nuraini. (2025). Regulasi emosi pada siswa Kelas X ditinjau dari jenis kelamin. EMPATI: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 12(2), 225–235. http://dx.doi.org/10.26877/empati.v12i2
Hasanah, M., & Samaria, D. (2022). Regulasi emosi dan intensitas nyeri haid primer remaja putri. JKEP, 7(2), 166–177. https://doi.org/10.32668/jkep.v7i2.1049
Hasmarlin, H., & Hirmaningsih, H. (2019). Self-Compassion dan regulasi emosi pada remaja. Jurnal Psikologi, 15(2), 148. https://doi.org/10.24014/jp.v15i2.7740
Kamilah, A. N. (2023). Hubungan antara regulasi emosi dengan kebahagiaan pada remaja madya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(02), 640–656.
Kapur, S. (2015). Adolescence: The stage of transition. Horizons 233 of Holistic Education, 2, 233–250.
Kurdi, S., & Hamdy, N. (2020). Emotional intelligence: What do we know and what is new? A Review. Minia Journal of Medical Research, 31(2), 363–370. https://doi.org/10.21608/mjmr.2022.221099
Kustanto, N. D., & Khoirunnisa, R. N. (2022). Hubungan antara peer attachment dengan regulasi emosi pada mahasiswa tingkat akhir. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 9(5), 134–142. https://doi.org/10.26740/cjpp.v9i5.47492
Manning, M. L. (2002). Havighurst’s Developmental Tasks, Young Adolescents, and Diversity. The Clearing House: A Journal of Educational Strategies, Issues and Ideas, 76(2), 75–78. https://doi.org/10.1080/00098650209604953
Nabilah, S. M., & Hadiyati, F. N. R. (2022). Hubungan antara kelekatan pada ibu dengan regulasi emosi remaja pada siswa kelas X dan XI SMA boarding school. Jurnal EMPATI, 10(5), 305–309. https://doi.org/10.14710/empati.2021.32931
Neff, K. D. (2023). Self-Compassion: Theory, method, research, and intervention. Annual Review of Psychology, 74(1), 193–218. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-032420-031047
Pratama, M. W., & Jannah, M. (2024). Eksplorasi regulasi emosi pada generasi Z di Mojokerto. CharacterJurnalPenelitianPsikologi, 11(1), 256–263. https://doi.org/10.26740/cjpp.v11i1.61279
Rahman, A., & Khoirunnisa, R. N. (2019). Hubungan antara regulasi emosi dengan pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XI SMA Negeri 22 Surabaya. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 06(1), 1–6 https://doi.org/10.26740/cjpp.v6i1.26983
Rojabi, M. A. (2025). Pengantar penelitian kuantitatif. Afdan Rojabi Publisher. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=YfKEEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA2&dq=penelitian+kuantitatif+adalah&ots=5B4rVADyWl&sig=6DrGAxSAHYgnEo_H11EW0cPvY&redir_esc=y#v=onepage&q=penelitian%20kuantitatif%20adalah &f=false
Sembiring, M., & Tarigan, T. (2022). Hubungan regulasi emosi dengan resiliensi akademik Siswa SMA Seminari Menengah Pematangsiantar. Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, 2(2), 131–147. https://doi.org/10.52110/jppak.v2i2.56
Silaen, A. C., & Dewi, K. S. (2015). Hubungan antara regulasi emosi dengan asertivitas (Studi Korelasi pada Siswa di SMA Negeri 9 Semarang). Jurnal EMPATI, 4(2), 175–181. https://doi.org/10.14710/empati.2015.14912
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Swastika, G. M., & Prastuti, E. (2021). Perbedaan regulasi emosi berdasarkan jenis kelamin dan rentang usia pada remaja dengan orangtua bercerai. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 26(1), 19–34. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol26.iss1.art2
Thompson, R. A. (1994). Emotion regulation: A theme in search of definition. Monographs of the Society for Research in Child Development, 59(2/3), 25. https://doi.org/10.2307/1166137
Udom, B. S., & Udongwo, G. E. (2022). A critical assessment of adolescence, the characteristics and developmental tasks of adolescent in the contemporary world. International Journal and Advancement in Education, Management, Science, and Technology, 5(1), 26–35.
Waruwu, M., Pu`at, S. N., Utami, P. R., Yanti, E., & Rusydiana, M. (2025). Metode penelitian kuantitatif: Konsep, jenis, tahapan dan kelebihan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(1), 917–932. https://doi.org/10.29303/jipp.v10i1.3057
Yusuf, P. M., & Kristiana, I. F. (2017). Hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial pada siswa Sekolah Menengah Atas. Jurnal Empati, 7(3), 98–104. https://doi.org/10.14710/empati.2017.19737