TINGKAT REGULASI EMOSI PADA REMAJA TENGAH

Isi Artikel Utama

Diah Widiawati Retnoningtias
Ni Nyoman Ari Indra Dewi

Abstrak

ABSTRAK Tugas perkembangan menuntut remaja untuk mampu meregulasi emosi, namun pada kenyataannya remaja merupakan kelompok usia paling rentan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi secara efektif. Dua penelitian sebelumnya menyatakan bahwa regulasi emosi remaja tengah berada dalam kategori rendah, sementara tiga penelitian yang lain menyatakan regulasi emosi berada dalam kategori sedang. Perbedaan berbagai studi tersebut menggugah ketertarikan peneliti untuk menguji gambaran regulasi emosi pada remaja tengah yang sesungguhnya. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui gambaran regulasi emosi pada remaja tengah. Regulasi emosi diukur dengan menggunakan Skala Regulasi Emosi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif tipe deskriptif. Populasi penelitian sejumlah 890 remaja tengah, sementara sampel penelitian sejumlah 277 remaja tengah, yang didapat dengan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menyebutkan ada 8 subjek memiliki regulasi emosi sangat rendah (2,9%), 51 subjek memiliki regulasi emosi rendah (18.4%), 34 subjek memiliki regulasi emosi sedang (12,3%), 184 subjek memiliki regulasi emosi tinggi (66,4%), dan 0 subjek memiliki regulasi emosi sangat tinggi (0%). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa remaja tengah cukup mampu meregulasi emosi diri sendiri. Hasil penelitian ini dapat memberikan pemetaan mengenai tingkat regulasi emosi pada remaja tengah dan menjadi landasan untuk pengembangan program intervensi psikologi dengan topik regulasi emosi.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Retnoningtias, D. W., & Dewi, N. N. A. I. (2025). TINGKAT REGULASI EMOSI PADA REMAJA TENGAH. Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, Dan Sosial Humaniora (SINTESA), 8, 16–24. https://doi.org/10.36002/snts.v8i.5245
Bagian
Articles

Referensi

Ali, E., Letourneau, N., & Benzies, K. (2021). Parent-child attachment: A principle-based concept analysis. SAGE Open Nursing, 7, 23779608211009000. https://doi.org/10.1177/23779608211009000

Amira, F. S., & Mastuti, E. (2021). Hubungan antara parent attachment dengan regulasi emosi pada remaja. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 837–843. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.27037

Aritonang, S. A. D., & Soetjiningsih, C. H. (2024). Pola asuh otoritatif dan regulasi emosi pada remaja akhir. G- Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 653–660. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i2.5572

Azwar, S. (2015). Validitas dan reliabilitas (4th ed.). Pustaka Pelajar.

Bookhout, M. K., Hubbard, J. A., & Moore, C. C. (2017). Emotion regulation. In J. E. Lochman & W. Matthys (Eds.), The Wiley Handbook of Disruptive and Impulse‐Control Disorders (1st ed., pp. 221–236). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781119092254.ch14

Choirunissa, R., & Ediati, A. (2020). Hubungan antara komunikasi interpersonal remaja-orangtua dengan regulasi emosi pada siswa SMK. Jurnal EMPATI, 7(3), 1068–1075. https://doi.org/10.14710/empati.2018.21856

Diajeng, H., Indari, & Mustriwi. (2021). Gambaran regulasi emosi remaja SMK korban bullying di SMK Multimedia Tumpang. Nursing Information Journal, 1(1), 25–30. https://doi.org/10.54832/nij.v1i1.164

Dwityaputri, Y. K., & Sakti, H. (2015). Hubungan antara regulasi emosi dengan forgiveness pada siswa di SMA Islam Cikal Harapan BSD-Tangerang Selatan. Jurnal EMPATI, 4(2), 20–25. https://doi.org/10.14710/empati.2015.14886

Eisenberg, N., & Spinrad, T. L. (2004). Emotion‐related regulation: Sharpening the definition. Child Development, 75(2), 334–339. https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2004.00674.x

Farih, Y. N., & Wulandari, P. Y. (2022). Pengaruh keberfungsian keluarga terhadap regulasi emosi pada remaja awal. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 445–455. https://doi.org/10.20473/brpkm.v2i1.34367

Febrianti, S. W., & Nuraini. (2025). Regulasi emosi pada siswa Kelas X ditinjau dari jenis kelamin. EMPATI: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 12(2), 225–235. http://dx.doi.org/10.26877/empati.v12i2

Hasanah, M., & Samaria, D. (2022). Regulasi emosi dan intensitas nyeri haid primer remaja putri. JKEP, 7(2), 166–177. https://doi.org/10.32668/jkep.v7i2.1049

Hasmarlin, H., & Hirmaningsih, H. (2019). Self-Compassion dan regulasi emosi pada remaja. Jurnal Psikologi, 15(2), 148. https://doi.org/10.24014/jp.v15i2.7740

Kamilah, A. N. (2023). Hubungan antara regulasi emosi dengan kebahagiaan pada remaja madya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(02), 640–656.

Kapur, S. (2015). Adolescence: The stage of transition. Horizons 233 of Holistic Education, 2, 233–250.

Kurdi, S., & Hamdy, N. (2020). Emotional intelligence: What do we know and what is new? A Review. Minia Journal of Medical Research, 31(2), 363–370. https://doi.org/10.21608/mjmr.2022.221099

Kustanto, N. D., & Khoirunnisa, R. N. (2022). Hubungan antara peer attachment dengan regulasi emosi pada mahasiswa tingkat akhir. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 9(5), 134–142. https://doi.org/10.26740/cjpp.v9i5.47492

Manning, M. L. (2002). Havighurst’s Developmental Tasks, Young Adolescents, and Diversity. The Clearing House: A Journal of Educational Strategies, Issues and Ideas, 76(2), 75–78. https://doi.org/10.1080/00098650209604953

Nabilah, S. M., & Hadiyati, F. N. R. (2022). Hubungan antara kelekatan pada ibu dengan regulasi emosi remaja pada siswa kelas X dan XI SMA boarding school. Jurnal EMPATI, 10(5), 305–309. https://doi.org/10.14710/empati.2021.32931

Neff, K. D. (2023). Self-Compassion: Theory, method, research, and intervention. Annual Review of Psychology, 74(1), 193–218. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-032420-031047

Pratama, M. W., & Jannah, M. (2024). Eksplorasi regulasi emosi pada generasi Z di Mojokerto. CharacterJurnalPenelitianPsikologi, 11(1), 256–263. https://doi.org/10.26740/cjpp.v11i1.61279

Rahman, A., & Khoirunnisa, R. N. (2019). Hubungan antara regulasi emosi dengan pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XI SMA Negeri 22 Surabaya. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 06(1), 1–6 https://doi.org/10.26740/cjpp.v6i1.26983

Rojabi, M. A. (2025). Pengantar penelitian kuantitatif. Afdan Rojabi Publisher. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=YfKEEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA2&dq=penelitian+kuantitatif+adalah&ots=5B4rVADyWl&sig=6DrGAxSAHYgnEo_H11EW0cPvY&redir_esc=y#v=onepage&q=penelitian%20kuantitatif%20adalah &f=false

Sembiring, M., & Tarigan, T. (2022). Hubungan regulasi emosi dengan resiliensi akademik Siswa SMA Seminari Menengah Pematangsiantar. Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, 2(2), 131–147. https://doi.org/10.52110/jppak.v2i2.56

Silaen, A. C., & Dewi, K. S. (2015). Hubungan antara regulasi emosi dengan asertivitas (Studi Korelasi pada Siswa di SMA Negeri 9 Semarang). Jurnal EMPATI, 4(2), 175–181. https://doi.org/10.14710/empati.2015.14912

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Swastika, G. M., & Prastuti, E. (2021). Perbedaan regulasi emosi berdasarkan jenis kelamin dan rentang usia pada remaja dengan orangtua bercerai. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 26(1), 19–34. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol26.iss1.art2

Thompson, R. A. (1994). Emotion regulation: A theme in search of definition. Monographs of the Society for Research in Child Development, 59(2/3), 25. https://doi.org/10.2307/1166137

Udom, B. S., & Udongwo, G. E. (2022). A critical assessment of adolescence, the characteristics and developmental tasks of adolescent in the contemporary world. International Journal and Advancement in Education, Management, Science, and Technology, 5(1), 26–35.

Waruwu, M., Pu`at, S. N., Utami, P. R., Yanti, E., & Rusydiana, M. (2025). Metode penelitian kuantitatif: Konsep, jenis, tahapan dan kelebihan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(1), 917–932. https://doi.org/10.29303/jipp.v10i1.3057

Yusuf, P. M., & Kristiana, I. F. (2017). Hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial pada siswa Sekolah Menengah Atas. Jurnal Empati, 7(3), 98–104. https://doi.org/10.14710/empati.2017.19737