Aplikasi Nanokitosan Karapas Udang Putih Pasifik, Litopenaeus vannamei Sebagai Pengawet Alami Pada Bandeng Cabut Duri

Main Article Content

Riyan Kurniawan
Agustono
Rahayu Kusdarwati
Rizhar Eman Karunia Akbar
Putu Angga Wiradana

Abstract

Bandeng cabut duri adalah ikan bandeng segar yang duri halus dalam tubuhnya dihilangkan, penghilangan duri halus tersebut dapat menggunakan teknologi tepat guna yang sederhana melalui pengkajian letak dan struktur duri yang dihilangkan dengan cara mencabut duri. Bandeng cabut duri termasuk ke dalam produk mentah yang menyebabkan mudah mengalami kemunduran mutu atau kerusakan. Bandeng cabut duri perlu dilakukan pengawetan yang aman dan mampu memperpanjang masa simpan produk bandeng cabut duri. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan memperbaiki pengemasan produk yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada bandeng cabut duri selama penyimpanan suhu ruang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi nanokitosan karapas udang L. vannamei terhadap masa simpan bandeng cabut duri pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan dalam penelitian adalah larutan perendaman bandeng cabut duri pada larutan nanokitosan dengan konsentrasi 0%, 0,8%, 1%, dan 1,2% sebagai pengawet alami pada bandeng cabut duri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nanokitosan 1% dan 1,2% pada bandeng cabut duri berpengaruh untuk memperpanjang umur simpan selama 36 jam pada penyimpanan suhu ruang. Pertumbuhan koloni bakteri pada konsentrasi nanokitosan 1% dan 1,2% selama 36 jam penyimpanan suhu ruang masih dibawah standar BSN yaitu 5x105 sel/gram.


Kata Kunci: nanokitosan, L. vannamei, biopreservasi, bandeng cabut duri

Article Details

How to Cite
Kurniawan, R., Agustono, Kusdarwati, R., Akbar, R. E. K., & Wiradana, P. A. (2024). Aplikasi Nanokitosan Karapas Udang Putih Pasifik, Litopenaeus vannamei Sebagai Pengawet Alami Pada Bandeng Cabut Duri. Jurnal Media Sains, 8(2). Retrieved from https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jms/article/view/4459
Section
Articles

References

Adawyah, R. 2007. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Bumi Aksara. Jakarta.

Arifin, Z., dan Nugroho, P. 2016. Aplikasi Kitosan Limbah Udang sebagai Pengawet Ikan Patin (Pangasius sp.). Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia. UPN Veteran Yogyakarta.

Ariyani, F., dan Yennie, Y. 2008. Pengawetan Pindang Ikan Layang (Decapterus russelli) Menggunakan Kitosan. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, (3) 2 : 139-146.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 2014. Mewaspadai Bahaya Keracunan Akibat Penggunaan Pengawet Nitrat dan Nitrit pada Daging Olahan.

Badan Standardisasi Nasional. 2006. Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori. No. 01-2346-2006. 41-42.

Bawinto, A. S., Eunike, M., dan Bertie, E. K. 2015. Analisa Kadar Air, pH, Organoleptik, dan Kapang Pada Produk Ikan Tuna (Thunnus sp.) Asap, di Kelurahan Girian Bawah, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. (3) 2 : 55-65.

Florensia, S., P. Dewi, dan N. R. Utami. 2012. Pengaruh Ekstrak Lengkuas pada Perendaman Ikan Bandeng terhadap Jumlah Bakteri Pengaruh Ekstrak Lengkuas pada Perendaman Ikan Bandeng terhadap Jumlah Bakteri. Life Science, 1 (2) : 113-118.

Hafdani, F. N. and Sadeghinia, N. 2011. A Review on Application of Chitosan as a Natural Antimicrobial. World Academy of Science. Engineering and Technology

Junianto. 2003. Seri Agriwawasan Teknik Penanganan Ikan. Penebar Swadaya. Depok. 5-13.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 2011. Kelautan dan Perikanan dalam Angka. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Killay, A. 2013. Kitosan sebagai Anti Bakteri pada Bahan Pangan yang Aman dan Tidak Berbahaya (Review). Prosiding FMIPA Universitas Pattimura Ambon.

Komariah, A., 2013. Efektivitas Antibakteri Nano Kitosan terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus (In Vitro). Seminar Nasional Universitas Negeri Surakarta.

Kusriningrum, R. S. 2008. Perancangan Percobaan. Airlangga University Press. Surabaya. 77-86.

Mardliyati E., S. E. Muttaqien, dan D. R. Setyawati. 2012. Sintesis Nanopartikel Kitosan Trypoly Phosphate dengan Metodde Gelasi Ionik: Pengaruh Konsentrasi dan Rasio Volume terhadap Karakteristik Partikel. Prosiding Pertemuan Ilmiah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bahan.

Milo, M. S. 2013. Mutu Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Kabupaten Gunung Kidul dan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Teknobiologi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Nadia, L. M. H., P. Suptijah., dan B. Ibrahim. 2014. Produksi dan Karakterisasi Nano Kitosan dari Cangkang Udang Windu dengan Metode Gelasi Ionik. JPHPI. 17 (2).

Nurhayati, T., E. Salamah, K. Tampubolon, dan A. Apriland. 2011. Peranan Inhibitor Katepsin dari Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) untuk Menghambat Kemunduran Mutu Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskal). Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 14 (1) : 49-55.

Pamijiati. 2009. Pengaruh Ekstrak Daun Selasih (Ocimum basilicum linn) terhadap Mutu Kesegaran Ikan Bandeng Selama Penyimpanan Dingin (Chanos chanos Forsk). Skripsi. Universitas Diponegoro.

Pandit, I. G. S. 2017. Penerapan Teknik Penanganan yang berbeda terhadap Kualitas Ikan Segar sebagai Bahan Baku Pembuatan Ikan Pindang. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada. 19 (2) : 89-96.

Prahmila, D. I. 2016. Alpikasi Nano Kitosan sebagai Pengawet Alami Fillet Nila Merah (Oreochromis sp.) Selama Penyimpanan Suhu Chilling. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Purnowati, I., Hidyati, D., dan Suparinto, C. 2007. Ragam Olahan Bandeng. Kanisius. Yogyakarta.

Putro, S., Dwiyitno., Hidayat, J. F., dan Pandjaitan, M. 2008. Aplikasi Ekstrak Bawang Putih (Alium sativum) untuk Memperpanjang Daya Simpan Ikan Kembung Segar (Rastrelliger kanagurta). Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. (3) 2 : 193-200.

Qi, L., Xu, Z., Jiang, X., Hu, C., and Zou, X. 2004. Preparation and Antibacterial Activity of Chitosan Nanoparticles. Carbohydrate Research, 339 (16) : 2693-2700.

Restuati, M. 2008. Perbandingan Chitosan Kulit Udang dan Kulit Kepiting dalam Menghambat Pertumbuhan Kapang Aspergillus Flavus. Prossiding Seminar dan Rapat Tahunan Bidang Ilmu MIPA. Universitas Lambung Mangkurat.

Rumengan, I. F. M., Suptijah, P., Salinedeho, N., Wullur, S., dan Luntungan, A. H. 2018. Nanokitosan dari Sisik Ikan : Aplikasinya sebagai Produk Perikanan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Sam Ratulangi.

Saputra, E. 2012. Penggunaan Edible Film Dari Kitosan dengan Plasticizer Karboksimetilselulosa (CMC) sebagai Pengemas Burger Lele Dumbo [Tesis]. Institut Pertanian Bogor.

Soeparno.. Ilmu dan Teknologi Daging. UGM Press. Yogyakarta

Solval, K. A., Rodezno, L. A. E., Moncada, M., Bankston, D., and Sathivel, S. 2014. Evaluation of Chitosan Nanoparticles as a Glazing Material for Cryogenically Frozen Shrimp. Journal Food Science and Technology, 57 : 172-180.

Suparno. 1993. Pembuatan Fillet Ikan. Kumpulan Makalah Seminar Sehari Pengembangan Agribisnis Ikan Nila Merah di Jawa Barat. Kerjasama Indonesia Society for Scientific Fisheres dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan BBAT, Sukabumi.

Syamsir, E. 2008. Panduan Praktikum Pengolahan Pangan. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Fateta Institut Pertanian Bogor. Hal : 24-25.

Tiyaboonachai, W. 2003. Chitosan Nanoparticles: A Promising System for Drug Delivery. Naresauan University Journal, 11 (3) : 51-66.

Vatria, B. 2010. Pengolahan Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Tanpa Duri. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Rekayasa, (6) : 18-19.

Widiastuti, I. M. 2007. Sanitasi dan Mutu Kesegaran Ikan Konsumsi pada Pasar Tradisional di Kotamadya Palu. Jurnal Agroland 14 (1) :77-81.

Wijaya, D. P. 2014. Preparasi Nanopartikel Sambung Silang Kitosan-Tripolifosfat yang Mengandung Ginsenosida. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Winarno, F. G., Fardiaz, S., dan Fardiaz, D. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Most read articles by the same author(s)