Pelatihan dan Pendampingan Menjadi Guru yang Inovatif Pada Era Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Nusa Penida

Penulis

  • I Nyoman Pancaria STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Putu Yulia Angga Dewi STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • I Ketut Suparya STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Made Adi Nugraha Tristaningrat STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Komang Surya Adnyana STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • I Putu Suardipa STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Ni Nyoman Kurniawati STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • I Ketut Ngurah Ardiawan STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Gusti Ngurah Arya Yudaparmita STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Ni Putu Candra Prastya Dewi STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Luh Heny Nirmayani STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Kadek Hengki Primayana STAHN
  • I Made Ari Winangun STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • I Komang Wahyu Wiguna STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Putu Eka Sastrika Ayu STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • I Gede Arya Wiradnyana STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Putu Ida Arsani Dewi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

DOI:

https://doi.org/10.36002/jpd.v8i1.3011

Kata Kunci:

Guru Inovatif, Modul Ajar, Kurikulum Merdeka

Abstrak

Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam, waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks nyata (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Capaian pembelajaran per fase dan jam pelajaran yang fleksibel mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan. Modul ajar dalam konteks Kurikulum Merdeka merupakan bahan pembelajaran yang dirancang secara sistematis dan komprehensif untuk mendukung implementasi kurikulum yang berfokus pada pengembangan kompetensi peserta didik. Modul ajar Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning). Peserta didik dihadapkan pada situasi atau masalah nyata yang harus dipecahkan melalui kegiatan proyek atau penyelidikan. Pendampingan ini akan membantu guru dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan pembelajaran di masa depan. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini berjumlah 25 orang yang berasal dari beberapa sekolah dasar di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

 

Referensi

Affifah, Farrah Putri. (2022) Apa Itu Kurikulum Merdeka Belajar? Ini Pengertian, Konsep dan Keunggulannya. Tersedia pada https://www.tribunnews.com/pendidikan/2022/07/04/apa-itu-kurikulum-merdeka-belajar-ini-pengertian-konsep-dan-keunggulannya.

Kasiyanti. (2021) Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas. Tersedia pada https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/implementasi-pembelajaran-berdiferensiasi-di-kelas.

Kemendikbudristek. 2021. Presentasi Sosialisasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek

Sugiarti, Nurlinah dan Mulyono. (2022). Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SD Insan Mulya Kota Baru Driyorejo Gresik. Jurnal BAPALA. Vol 9. No 9. 157—164

Diterbitkan

2024-07-14

Cara Mengutip

Pancaria, I. N., Yulia Angga Dewi, P., Suparya, I. K., Adi Nugraha Tristaningrat, M., Surya Adnyana, K., Suardipa, I. P., … Ida Arsani Dewi, P. (2024). Pelatihan dan Pendampingan Menjadi Guru yang Inovatif Pada Era Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Nusa Penida. Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK, 8(1), 7–11. https://doi.org/10.36002/jpd.v8i1.3011