Strategi Pengelolaan Daya Tarik Wisata Gua Batu Cermin di Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur
Main Article Content
Abstract
Gua Batu Cermin yang terletak di Desa Batu Cermin Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi daya tarik wisata yang kaya namun belum dikelola secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan yang ideal dalam pengembangan daya tarik wisata Gua Batu Cermin. Penelitian ini menggunakan Purposive Sampling sebanyak 12 orang dan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threat). Melalui analisis Matriks IFAS dan EFAS diperoleh hasil perhitungan skor untuk IFAS sebesar 3,15 dan EFAS sebesar 3,07 yang berarti Gua Batu Cermin berada pada kuadran I yaitu posisi Growth (Pertumbuhan). Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan dianalisis strategi pengelolaannya dengan menggunakan pendekatan SWOT. Strategi SO (Strength-Opportunity) diimplementasikan dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Strategi ST (Strength-Threat) melibatkan penggunaan kekuatan untuk mengatasi ancaman. Strategi WO (Weakness-Opportunity) diimplementasikan dengan meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang. Strategi WT (Weakness-Threat) diimplementasikan dengan meminimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adhika, I Made. 2012. Komodifikasi Kawasan Suci Pura Uluwatu. Denpasar : Udayana University Press.
Atmaja, I Dewa Gede. 2012. Ilmu Negara. Malang : Setara Press.
Binayew, Y. 2016. Sustainable Ecotourism Potentials and its Challenges in Ethiopia: The Awash National Park in Focus. Social Research Journals, 2(4), 41-49.
Bruce, S. 2013. Modal Sosial Dalam Pariwisata. Jurnal Media Neliti, 53(9), 1-106.
Buchari, A. 2014. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung : CV Alfabeta.
Lupiyoadi, R. 2013. Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta : Salemba Empat.
Moleong, L. J. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Muljadi, A. J. 2013 .Kepariwisataan Dan Perjalanan. Jakarta : PT Raja Grafindo
Rachmat. 2014. Manajemen Strategik. Bandung: CV Pustaka Setia
Ramadi, Fachry, dkk. 2016. Strategi Pengelolaan Objek Wisata Istana Kota Rebah Sungai Carang Oleh Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang. Jurnal Media Neliti, 72(7), 25-90.
Si Nermin K. 2019. A Strategic Approach to Sustainable TourismDevelopment Using the A’WOT Hybrid Method:A Case Study of Zonguldak, Turkey. Journal of Sustainability,11(964), 1-19.
Sugiyono. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung: CV Alfabeta.
Ulfa, H. N., Kasmir, M, Asbar. 2019. Strategi Pengelolaan Wisata Pantai Berbasis Kesesuaian Dan Daya Dukung Di Kampung Penyu Kabupaten Kepulauan Selayar. Journal of Indonesia Tropical Fisheries, 2(2), 136-147.
Vanny, Octavia, dkk. 2015. Pengantar Pemasaran Pariwisata. Bandung : CV Alfabeta
Yousefi, M. & Marzuki, A. 2013. An Analysis of Push and Pull Motivational Factors of International Tourists to Penang, Malaysia. International Journal of Hospitality & Tourism Administration, 16(6), 40-56.