Identifikasi Senyawa Metabaolit Sekunder Dan Antioksidan Pada Daun Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Bahan Baku Minuman Antioksidan Di UUP. Catur Paramitha

Main Article Content

Ni Kadek Dina Sari

Abstract

Daun kopi dibuat menjadi minuman seperti teh  dengan sebutan teh daun kawa. Sejak zaman penjajahan Belanda terutama di Sumatera Barat, minuman tersebut bisa disebut dengan kopi Kawa. Daun kopi awalnya dikeringkan dengan cara disangrai dan diseduh dengan air mendidih. Pakar spesialis gizi menyatakan bahwa teh daun kopi mengandung tingkat antioksidan yang dapat melawan kanker ganas dibandingkan dengan kita mengkonsumsi kopi atau teh. Petani kopi di Kintamani Bali saat ini hanya mengandalkan cerita turun temurun mengenai manfaat daun kopi menjadi minuman antioksidan tetapi belum mengetahui secara detail senyawa yang terkandung dalam daun kopi arabika, sehingga penelitian ini diharapkan mampu memberikan referensi yang akurat mengenai zat yang terkandung dalam daun kopi arabika (Coffea arabica L.) baik pada daun pucuk, daun muda, daun tua, serta campuran (daun pucuk, muda tua). Identifikasi senyawa flavonoid, fenolik, tanin, steroid, saponin dan alkaloid dari ekstrak daun kopi mengikuti metode pada referensi Materia Media Indonesia. Pengujian Senyawa Antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian uji kandungan senyawa metabolit sekunder dan antioksidan pada daun kopi arabika sebagai berikut : kandungan metabolit sekunder yang terkandung dalam pucuk, daun muda, daun tua dan campuran dari ketiga daun kopi arabika di UUP Catur Paramitha yaitu pucuk daun kopi arabika mengandung senyawa flavonoid, fenolik, tannin, steroid, saponin dan alkaloid. Daun muda mengandung senyawa flavonoid, fenolik, tannin, steroid, saponin, alkaloid. Daun tua mengandung senyawa flavonoid, fenolik, tannin, steroid. Campuran dari ketiga daun kopi arabika (pucuk, muda, tua) mengandung senyawa flavonoid, fenolik, tannin, steroid, dan alkaloid. Daun kopi arabika mengandung senyawa antioksidan yang paling tinggi pada daun muda sebesar 18930.98 mg/L GAEAC, sedangkan kandungan senyawa antioksidan yang paling rendah terdapat pada daun pucuk sebesar 9244.92 mg/L GAEAC.


Kata kunci : Daun, Biokimia, DPPH, Metabolit sekunder, Teh

Article Details

How to Cite
Dina Sari, N. K. (2021). Identifikasi Senyawa Metabaolit Sekunder Dan Antioksidan Pada Daun Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Bahan Baku Minuman Antioksidan Di UUP. Catur Paramitha. Jurnal Media Sains, 5(2). Retrieved from https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jms/article/view/4411
Section
Articles

References

Agustina. (2016). Skrining Fitokimia Tanaman Obat di Kabupaten Bima. Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan MIPA STKIP Bima. Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) vol.4 no.1.

Campa, C., Mondolot, L., Rakotondravao, A., Bidel, L. R., Gargadennec, A., Couturon, E., et al. (2012). A Survey of Mangiferin and Hydroxycinnamic Acid Ester Accumulation in Coffee (Coffea) Leaves: Biological Implications and Uses. Annals of Botany. 110 (3), doi:10.1093/aobmcs119.

Depkes. (1995). Materia Medika Indonesia Jilid IV. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Dewi, N. R., Gunawan, I. W., & Puspawati, N. M, (2017). Isolasi dan Identifikasi Senyawa Antioksidan Golongan Flavonoid dari Ekstrak Etil Asetat Daun Pranajiwa (Euchresta horsfieldii Lesch Benn.). Cakra Kimia (Indonesia E-Journal of Applied Chemestry). Vol.5 No.1.

Dima, L. R., Fatimawali, & Lolo, W. A, (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Esktrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Vakteri Escherchia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Farmasi, 282-289.

Farhoosh, R. G., Golmovahled , M. H., & Khodaparast (2007). Antioxidant Activity of Various Extracts of Old Tea Leaves and Black Tea Wstes (Camellia sinensis L.). Journal Food Chemistry, 100, 231-236.

Gandjar, I. G., & Rohman. (2017). Kimia Farmasi Analisis. 1 st ed 1. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Giorgio, P. (2000). Flavonoid an Antioxidant. Journal National Product.63, 1035-1045.

Hasim, Arifin, Y.Y., Andrianto, D. & Faridah, D.N. (2019) Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 8(3), 86-93

Hudakova, J., marcincakova, D., and legath, J. (2016). Study of Antioxidant Efect Types of Coffe, Journal Vol.60, Departement of Pharmacology and Toxicology, University of Veterinary Medicine and Pharmacy.

Lukito, A.M., Mulyono, Yullia, T., Iswanto, H. (2004). Puslit Kopi, & Kakao Indonesia. Panduan Lengkap Budidaya Kakao, 13, Jakarta, Agromedia Pustaka.

Poras-Reyee , B., Lewis, W., Roman, J., Simchowitz, L., & Mustoe, T. (1993). Enhancement of wound healing by the alkaloid taspine defining mechasism of action. Proc. Soc. Exp. Biol. Med 203(1), 18-25.

Prastowo, B., Karmawati, E., Rubijo, Siswanto, Indrawanto, C., & Munarso, S. (2010). Budaya dan Pasca Panen Kopi. . Bogor (ID): Pusat Penelitian Perkebunan.

Priantara, I. G., Mulyani, S., & Satriawan, I. K (2016). Analisis Nilai Tambah Pengolahan Kopi Arabika Kintamani Bangli. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 33-42.

Pristiana, D. Y., Susanti, S., & Nurwantoro, (2017). Antioksidan dan Kadar Fenol Berbagai Ekstrak Daun Kopi (Coffea sp): Potensi Aplikasi bahan Alami Untuk Fortifikasi Pangan. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 6 (2), 89-92. doi:10.17728/jatp.205.

Puspitasari, A. D., Yuita, N. E., & Sumantri. (2017). Krim Antioksidan Ekstrak Etanol daun Kopi Arabika (Coffea arabica). Jurnal Ilmiah Teknosains.Vol 3. No 2, 82-88.

Rahmawati, W., Winarsih, S., & Nurdiana, (2013). Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kopi Robusta Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Secara in Vitro. Skripsi. Universitas Brawijaya, Malang.

Ratnamarno, S., & Surbkar, S. (2017). Caffeine and Catechis in Fresh Coffee Leaf (Coffea arabica) and Coffee Leaf Tea. Maejo International Journal of Science and technology. 11(03), 211-218.

Retnaningtyas, Y., & Setiadi, Y., (2016). Study of Antioxidant Activity Combination of Arabica Coffe Leaf Ethanol Extract and Roselle Flower Petal Water Extract, Departemen of Chemistry Faculty of Pharmacy Jember

Retnaningtyas, Y., Hamzah, M. H., & Kristiningrum, N, (2017). Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Daun Kopi (Coffea arabica) dan Daun Pandan (Pandanus amarylifolius) dengan Metode DPPH. Jurnal farmasi Indonesia. Vol.1 No.1, 26-32.

Retnaningtyas, Y., Kristiningrum, N., Renggani, H, D., & Narindra, N. P. (2013). Karakteriasi simplisia dan the herbal daun kopi arabika (Coffea arabica L.)

Rini, A.A., Supriatno dan Rahmatan, H., (2017). Skrining Fitokimia dan Uji Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Kawista (Limonia acidissima L.) dari Daerah Kabupaten Aceh Besar Terhadap Bakteri Escherichia coli. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unisyiah, 2(1)

Sofia, M. (2013). Teh Daun Kopi Sudah Lama Dikenal di Indonesia. https://life.viva.co.id/gaya-hidup/kuliner/382726-teh-daun-kopi-sudah-lama-dikenal-di-indonesia[Internet]. Diakses pada tanggal 01 Okotber 2021.

Sringono, F. T., Lubis, Z., & Nainggolan , R. J. (2012). Studi Pembuatan Teh Daun Kopi. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian. 1(1), 1-5.

Supeno, B., Meidiwarman, Tarmizi, Fauzi, M. T., & Haryanto, H. (2020). Inovasi Pengolahan Limbah Bunga Kopi Untuk Minuman Teh Sebagai Produk Sampingan Petani Kopi di Wilayah Hutan Kemasyarakatan Seaot. Jurnal PEPADU, 144-150.

Wahyuni, S. (2018). Daun Kopi (Daun Kawa), Fortifikasi Pangan Kaya Antioksidan. Retrieved from https://warstek.com/2018/02/07/daunkawa/[Internet]. Diakses pada o1 Oktober 2021.