Uji Skrining Fitokimia dan Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Biji Buah Teh Hijau (Camellia sinensis)

Main Article Content

Marselena Kerara
I Made Gde Sudyadnyana Sandhika

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji skrining fitokimia, kandungan total senyawa fenolik, tannin, dan flavonoid serta aktivitas antioksidan ektrak etanol kulit biji buah teh hijau (Camellia sinensis). Pembuatan ekstrak kulit biji buah teh hijau dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dengan perbandingan 1:10 selama 3 x 24 jam. Maserat yang dihasilkan, dievaporasi menggunakan vacuum rotary evaporator pada suhu 45oC dan tekanan 760 mmHg hingga tersisa ekstrak kentalnya. Uji skrining fitokimia dilakukan dengan uji skrining sederhana. Uji penetapan kadar fenolik, tannin dan flavonoid dilakukan dengan metode spektrofotometri. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil penelitian menujukkan bahwa kkstrak etanol sampel kulit biji buah teh hijau positif mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu: alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, tannin, dan triterpenoid. Kadar total fenolik, tannin, dan flavonoid didapatkan sebesar 6.548,19 mg/100g, 4.912,88 mg/100g, 14.715,91 mg/100g, secara berturut-turut. Aktivitas antioksidan yang diukur menggunakan metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak memiliki nilai IC50% sebesar 24,4767 ppm. Penelitian ini menunjukkan bahwa biji buah teh hijau memiliki potensi sebagai sumber antioksidan yang kuat.


Kata Kunci: Antioksidan, Camellia sinensis, ekstrak, fitokimia, DPPH.

Article Details

How to Cite
Kerara, M., & Sandhika, I. M. G. S. (2025). Uji Skrining Fitokimia dan Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Biji Buah Teh Hijau (Camellia sinensis). Jurnal Media Sains, 9(1). Retrieved from https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jms/article/view/4484
Section
Articles

References

Akasia, AI, Putra, IDNN, & Putra, ING (2021). Skrining fitokimia ekstrak daun mangrove Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata yang dikumpulkan dari kawasan mangrove Desa Tuban, Bali. Jurnal Riset dan Teknologi Kelautan, 4 (1), 16-22.

Diniyah, N., & Lee, S. H. (2020). Komposisi senyawa fenol dan potensi antioksidan dari kacang-kacangan. Jurnal Agroteknologi, 14(01), 91-102.

Elisma, E., Rahman, H., & Lestari, U. (2020). Pemberdayaan masyarakat ppm dalam pengolahan tanaman obat sebagai obat tradisional di desa asri mendalo indah jambi luar kota. Selaparang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Tingkat Lanjut , 4 (1), 274-277.

Ergina, E., Nuryanti, S., & Pursitasari, I. D. (2014). Uji Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Pada Daun Palado (Agave angustifolia) yang Diekstraksi Dengan Pelarut Air Dan Etanol. Jurnal Akademika Kimia, 3(3), 165-172.

Fahmi, A., Syukur, S., Chaidir, Z., & Melia, S. (2022). Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat dari Teh Hijau Fermentasi. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 3(2), 325-330.

Febrina, L., Rusli, R., & Muflihah, F. (2015). Optimalisasi Ekstraksi dan Uji Metabolit Sekunder Tumbuhan Libo (Ficus Variegate Blume). Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 3(2), 74-81.

Fathurrahman, NR, & Musfiroh, I. (2018). Teknik analisis instrumentasi senyawa tanin. Farmaka, 16 (2).

Malo, M., & James, N. (2017). Tanaman obat untuk kesehatan reproduksi di Kecamatan Kuatnana Kabupaten TTS. Media Farmasi Indonesia, 12 (2).

Martono, B., & Setiyono, R. T. (2014). Skrining fitokimia enam genotipe teh. Jurnal Tanaman Industri Dan Penyegar, 1(2), 63.

Muthmainnah, B. (2019). Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Dari Ekstrak Etanol Buah Delima (Punica granatum L.) Dengan Metode Uji Warna. Media Farmasi, 13(2), 36-41.

Membalik, V. (2020). Uji Fitokimia Ekstrak Tapak Kuda (Ipomea Pes-Caprae) Terhadap Penyakit Busuk Buah Pada Kakao (Phytophtora Palmivora Butler.). Jurnal ABDI (Sosial, Budaya dan Sains), 2(1).

Novitasari, A. (2016). Isolasi dan Identifikasi Saponin Pada Ekstrak Daun Mahkota Dewa Dengan Ekstraksi Maserasi. Jurnal sains, 6(12).

Rahayu, B., Kusuma, R. M., & Yulaikah, L. (2022). Pemanfaatan Bahan Alam Sebagai Terapi Komplementer Untuk Kesehatan Reproduksi Remaja.

Rahmawati, D., Samodra, G., & Fitriana, A. S. (2022). Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etanol Daun Teh Hijau (Camellia sinensis (L.) Kuntze). In Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM) ISSN (Vol. 2809, p. 2767).

Redjeki, S. (2015). Uji Aktivitas Antimikroba Infusum Teh Hijau Dan Teh Hitam (Camellia sinensis (L.) Kuntze) terhadap Escherichia coli dan Candida albicans. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi, 11(1), 104-113.

Rizki, A. F. (2022). Sejarah Pertanian di Jawa Tengah (mulai dari Perkebunan Hingga pabrik) Tahun 1942-2020 (Doctoral dissertation, Iain Syekh Nurjati. S1 SPI).

Sukaesih, D. A. (2022). Karakteristik Senyawa Katekin Daun Teh Hijau (Camellia sinensis (L.) Kuntze) Dan Uji Aktivitas Antibakteri (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).

Wijayanti, A., Suprayogi, T. W., Prastiya, R. A., Hernawati, T., Sardjito, T., Saputro, A. L.& Sulistyowati, D. (2023). Pengaruh Penambahan Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) dalam Diluter Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Bali (Bos sondaicus) Setelah Pembekuan. Jurnal Medik Veteriner, 6(1), 66-74.

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.