PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIC CAIR DARI KOMBINASI AIR CUCIAN BERAS DAN EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAUN BAWANG (Allium fistulosum)

Main Article Content

Destriyani Tinggi Nalu
Ni Kadek Dwipayani Lestari
Anak Agung Ayu Putri Permatasari

Abstract

Masyarakat banyak mengkonsumsi sayuran karena merupakan salah satu tanaman hortikultura yang mengandung vitamin dan mineral. Salah satu jenis tanaman sayuran yang memiliki potensi pengembangan intensif dan menguntungkan adalah daun bawang (Allium fistulosum L.) yang  dapat digunakan sebagai bumbu dapur dan penyedap masakan. Karena bawang merah memiliki aroma yang khas, makanan pun disajikan bersama bumbu daun bawang yang memiliki aroma menyenangkan dan menambah rasa dan kelezatan pada apa pun yang mengandung daun bawang karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Daun bawang mengandung 29,0 kalori dan g protein per 100 g.1,8g lemak, 0,4g karbohidrat, 6,0g serat, 0,9g abu 0,5 mg kalsium, 35,0 mcg fosfor, 38,0mcg besi, 3,20mcg vitamin A, 910,0mcg thiamin, 0,08 mcg riboflavin ,0,09mcg niasin, 0,60 mcg.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dari kombinasi air cucian beras dan EM4 terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun bawang. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu: A0 : kontrol, A1 : air cucian beras bilasan pertama, A2 : air cucian beras bilasan kedua dan A3 : air cucian beras bilasan ketiga. Setiap ulangan terdiri atas 2 unit percobaan sehingga terdapat 16 populasi tanaman daun bawang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pengaruh tinggi dan jumlah daun pupuk organik cair dari kombinasi air cucian beras dan EM4 memiliki pengaruh signifikan tehadap pertumbuhan tinggi dan jumlah daun bawang. Rata rata tinggi daun bawang A1: POC air cucian beras bilasan pertama 24,5. A2: POC air cucian beras bilasan ke dua 25,25. A3: POC air cucian beras bilasan ke tiga 27,rata rata jumlah daun bawang A1: 4, A2 :5,25 dan A3 : 5,25. Pemberian pupuk organik cair dari urutan bilasan air cucian beras dan EM4 hasil yang paling baik yaitu perlakuan A3.


Kata Kunci: pupuk organik cair, kombinasi, air_cucian_beras, daun_bawang

Article Details

How to Cite
Nalu, D. T., Lestari, N. K. D., & Permatasari, A. A. A. P. (2023). PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIC CAIR DARI KOMBINASI AIR CUCIAN BERAS DAN EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAUN BAWANG (Allium fistulosum). Jurnal Media Sains, 7(2). Retrieved from https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jms/article/view/4412
Section
Articles

References

Alip, Z. (2010). Pemanfaatan Air Cucian Beras sebagai Sumber Daya Organik dalam Budidaya Tanaman. Jurnal Pertanian dan Peternakan, 17(1) : 45-57.

Andri. (2011). Pengaruh Konsentrasi Air Cucian Beras terhadap Perkembangan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau. Jurnal Pertanian, 18(2) : 57-64.

Anisa Wulan Asri, A., Sukmana, S. A., & Alami, N. H. (2015). Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.). Jurnal Agroteknologi, 3(1) : 74-80.

Badan Pusat Statistik Nasional,(2017).DataProduksi Tanaman Bawang Daun http://www.bps.go.id/. Diakses pada tanggal 22 Juli 2018

Bukhari. (2012). Optimalisasi Konsentrasi Air Cucian Beras pada Pertumbuhan Terong. Jurnal Hortikultura, 9(1) : 45-52

Dwicaksono, A. (2013). Pemanfaatan Produk EM4 dalam Pertanian. Jurnal Agrikultura, 10(2) : 7885.

Istiqomah. (2012). Pemanfaatan Air Cucian Beras sebagai Pupuk Cair pada Tanaman. Prosiding Seminar Nasional FMIPA-UT 2012, 1(1) : 210-216.

Lestari, R. (2016). Klasifikasi Tumbuhan dalam Sistematika Tumbuhan Menurut Rukmana (2011). Jurnal Biologi; 20(2) : 45-52.

Milawati Lalla. (2018). Optimalisasi Penggunaan Air Cucian Beras sebagai Sumber Daya Organik dalam Budidaya Bawang Merah. Jurnal Pertanian, 5(2) : 145-158.

Musnamar, E.I. 2003. Pupuk Organik Padat. Penebar Swadaya, Jakarta.

Pranata, J. (2010). Pupuk Organik: Definisi, Jenis, dan Manfaatnya dalam Pertanian Organik. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 12(1) : 61-66.

Qibtiah, M., Bintari, T. N., & Rizqi, A. (2016). Kajian Gizi dan Aroma Daun Bawang (Allium fistulosum L.). Jurnal Gizi dan Pangan, 11(1), 11-18. Rukmana. (2010). Lokasi Optimal Pertumbuhan Daun Bawang di Dataran Tinggi. Jurnal Pertanian,17(3) : 128-135.

Rahmadsyah, M. (2016). Pengaruh Pemberian Air Cucian Beras sebagai Sumber Nutrisi pada Pertumbuhan Tanaman Pangan. Jurnal Agronomi Indonesia, 44(2) : 75-81.

Rahmi A. (2017). Pengaruh Waktu Aplikasi dan Pemberian Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L.). Jurnal Agrotropika Hayati. 4 (4) : 307-314.

Sutrisna, E., Soesanto, L., & Purnomo, S. (2003). Karakterisasi dan Budidaya Tanaman Daun Bawang. Jurnal Hortikultura Indonesia, 1(1) : 19-24.

Wardiah, L. dan Rahmatan,( 2014). Potensi Limbah Air Cucian Beras sebagai Pupuk Organik Cair pada Pertumbuhan Pakchoy (Brassica rapa L.). Jurnal Biologi Edukasi Edisi 12 Vol. 6 (1) : 34.38.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 

You may also start an advanced similarity search for this article.