EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN KARAKTER VEGETATIF TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.)
Main Article Content
Abstract
Penggunaan pupuk organic diperlukan untuk kesuburan tanah dan meningkatkan hasil tanaman khususnya sawi pakcoy. Sawi pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi di Indonesia karena rasanya yang enak, mudah didapat, dan budidaya tidak terlalu sulit untuk dilakukan dan mampu tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah. Pakcoy adalah komoditas yang cocok untuk budidaya organik, namun dikarenakan potensi dari jenis bahan organik dalam meningkatkan perkembangan gulma, dan dapat menurunkan produksi tanaman keluarga Brassicaceae. Maka diperlukan penelitian lebih lanjut tentang pupuk organic cair dan pengaruh nutrisi yang diberikan terhadap pertumbuhan karakter vegetative tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.). Tanaman sawi pakcoy ditanam pada polybag, dilakukan dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2021. Penelitian ini menggunakan Metode eksperimental dengan mengadakan kegiatan percobaan untuk mendapatkan hasil. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 1 kontrol, masing-masing terdapat 4 kali ulangan dengan total 16 unit percobaan. Terdapat beberapa perbedaan perlakuan yaitu P1 (10ml/l), P2 (15ml/l), P3 (25ml/l), dan P0 (Kontrol). Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa pupuk organic cair dengan konsentrasi 25ml/l paling baik memberikan perubahan secara signifikan terhadap pertumbuhan karakter vegetative tanaman sawi pakcoy yang ditanam di polybag.
Kata Kunci : Pupuk, Sawi pakcoy, Organik
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Affandi, 2008. Pemanfaatan Urine Sapi yang Difermentasi Sebagai Nutrisi Tanaman, Andi Offset, Yogyakarta.
Bahtiar, Sultan Agung. 2016. Pemanfaatan Kompos Bonggol Pisang (Musa acuminate) untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kandungan Gula Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata). Jurnal Ilmu Pertanian. 1 (1): 18-22.
Cahyono, B., 2003, Teknik Dan Strategi Budi Daya Sawi, Yayasan Pustaka Nusantara, Yogyakarta.
Dan, P., Tanaman, P., Brassica, S., Hernosa, S. P., & Triyanto, Y. (2015). No Title. 2(126), 15–21.
Direktorat Holtikultura dan Aneka Tanaman, 2012, Daftar Komposist Bahan Makanan, Direktorat Holtikultura dan Aneka Tanaman, Jakarta.
Haryanto, T., Suhartini, dan Rahayu, 2002, Tanaman Sawi Selada, Penebar Swadaya, Depok.
Hernowo, 2010, Kunci Bercocok Tanam Sayuran-Sayuran Penting Di Indonesia, Sinar Baru Bandung.
Kesumaningwati, R. 2015. Penggunaan MOL Bonggol Pisang (Musa Paradisiaca) Sebagai Dekomposer Untuk Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit, Jurnal Ziraa’ah 40(1), 40-45
Margiyanto, E., 2007, Holtikultura, Cahaya Tani, Bantul.
Widyatmoko, H., & Moerdjoko, M. S. (2002). Menghindari, Mengolah dan Menyingkirkan Sampah. Abdi Tandur.
Wijaya, K.A. 2012. Pengantar Agronomi Sayuran. Prestasi Pustaka. Jakarta
Zulkanain, M. 2013. Pengaruh Kompos, Pupuk Kandang dan Custom-Bio Terhadap Sifat Tanah, Pertumbuhan dan Hasil Tebu Pada Entisol di Kebun Ngrangkah-Pawon. Skripsi. Kediri: Universitas Brawijaya Malang.