RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN GENERATIF DENGAN KOMBINASI MEDIA DAN PUPUK PEMBUNGAAN PADA ANGGREK Dendrobium HIBRIDA PASCA BUNGA
Main Article Content
Abstract
Tanaman anggrek adalah salah satu tanaman hias yang banyak digemari dan sangat dikenal oleh sebagian orang karena keindahan dari bunganya. Pada umumnya media yang sering digunakan untuk menanam anggrek Dendrobium tidak dapat menyimpan air bagi tanaman, sehingga diperlukan bantuan dengan cara memberikan pemupukan yang teratur dalam budidaya tanaman anggrek. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk melihat apakah kombinasi media dan pupuk pembungaan berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman anggrek Dendrobium hibrida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang dikombinasikan yaitu media (arang dan sphagnum moss) dan pupuk pembungaan (Grow More, Gandasil B, Qiuvita dan Dekastar). Percobaan ini terdiri dari 9 kombinasi perlakuan masing-masing terdiri dari 4 kali ulangan sehingga mendapatkan 36 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu vegetatif (persentase tanaman bertunas baru, jumlah tunas baru, tinggi tunas baru dan waktu tumbuh tunas baru) dan generatif (persentase tanaman berbunga, jumlah kuntum bunga permalai, panjang malai bunga dan waktu tumbuh bunga). Hasil penelitian menunjukkan respon pada variabel vegetatif jumlah tunas baru pada perlakuan X3 dengan rata-rata tertinggi 1,75, tinggi tunas baru pada perlakuan X7 dengan rata-rata tertinggi 16,75 dan waktu tumbuh tunas baru pada perlakuan X9 menunjukan waktu tumbuh tercepat dengan rata-rata 10,5, pada variabel generatif persentase tanaman berbunga pada perlakuan X1 dengan rata-rata tertinggi 100, jumlah kuntum bunga permalai pada perlakuan X1 dengan rata-rata tertinggi 13 dan waktu tumbuh bunga pada perlakuan X5 dan X7 menunjukan waktu tumbuh tercepat dengan rata-rata yang sama 17,5.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aditya, D. 2019. Penelitian Deskriptif. Surakarta: Politeknik Kesehatan Surakarta.
Agoes, D. 1994. Berbagai Jenis Media Tanam dan Penggunaannya. Penebar Swadaya. Jakarta.
Agry Bio Tech. 2011. Mengeluarkan Bibit Anggrek Botolan Dan Menanam Dalam Kompot.
http://tissuecultureandorchidologi.blogspot.co.id/2011/06/mengeluark an-bibit-anggrek-bototlan-dan.htmldiakses pada tanggal 27 Juni 2011.
Andalasari, Tri Dewi, Yafisham, dan Nuraini. 2014. “Respon Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Terhadap Jenis Media Tanam Dan Pupuk Daun” dalam Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. Vol 14. No 3. Pp 11-22
Andri, K. B., & Tumbuhan, W. J. A. 2015. Potensi pengembangan agribisnis bunga anggrek di Kota Batu Jawa Timur. Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi, Sosial, Budaya dan Hukum), Vol. 2. No. 1. Pp 19-30
Anonymous, 1999. Pupuk Daun Grow More. PT. Kalatham, Jakarta.
Badri. 2016. Pengaruh Jenis Pupuk Dan Konsentrasi Benzyladenin (BA) Terhadap Pertumbuhan Dan Pembungaan Anggrek Dendrobiumsp. Vol 16. No 3. Pp 194-204
Bonhomme, F., Kurz, B., Melzer, S., Bernier, G., Jacqmard, A. 2013. Cytokinin and gibberellin activateSaMADS A, a gene apparently involved in regulation of the floral transition in Sinapsi alba. ± Plant J.Vol 24. No 24. Pp 103-111.
Badan Pusat Statistik, 2016. Produksi tanaman Hortikultura (anggrek). Badan Pusat Statistik. 2015, Indonesia
Burhan. 2017. Metode Penelitian Kualitatif. Depok: PT Raja Grafindo.
Deswiniyanti, D.N. Lestari.D.K.N.2020. In Vitro Propgation Of Lilium longflorum Bubs Using NAA and BAP Plant Growth Regulator Treatment, ICBIOLIS International Confrence on Biotecnology and Life Sciences.
Direktorat Jendral Hortikultura, 2008. Standar Operasional Prosedur Anggrek Dendrobium. Departeman Pertanian. Hal. 1-54
Erfa, L., Ferziana, F., & Kartina, R. 2017. Pengaruh Pupuk Daun Terhadap Pertumbuhan Bibit Kompot Aggrek Dendrobiumsp Hasil Silangan. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. Vol 10. No 2. Pp 111-117.
Fauziah, N., S. A. Aziz, dan D. Sukma. 2014. Karakterisasi morfologi anggrek Phalaenopsis sp. asli indonesia. Bul. Agrohorti, Vol.2. No.1. Februari 2014. Pp 86-94
Gunawan, LW. 2015. Budidaya Anggrek. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hanafiah, K. A. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: PT. RajaGrafindoPersada. 360 hal.
Kataoka K. K. Sumitomo. dan K. Kawase. 2014. Change in sugar content of Phalaenopsis leaves beforefloral transition. Vol 102. No 1. Pp 121-132.
Khuraijam, JS, SC Sharma, and RK Roy. 2017. Orchids: potential ornamental crop in North India. Internasional Journal of Horticultural & Crop Science Research. Vol 7. No 1. Pp 1-8.
Lestari, E.G. (2011). Peran Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman Melalui Kultur Jaringan. Jurnal Agrobiogen. Vol 7. No 1. Pp 63-68.
Lestari, NKD & Deswiniyanti, NW, 2016, Perbanyakan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) dengan Media Organik dan Vacin Went secara In Vitro, Jurnal Virgin, Vol.1. No. 1. Januari 2015. Pp.1.
Novianto. 2012. Prospek pengembangan usaha anggrek berbasis sumber daya lokal. Prosiding Seminar Nasional Anggrek. Balai Penelitian Tanaman Hias. Puslitbang Hortikultura-Balitbang Pertanian.
Rosmanita, B., 2018Pengaruh Paclobutrazol Dan Pupuk Daun Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anggrek Dendrobium “Jiad Gold xBooncho Gold”, Institut Pertanian Bogor: Bogor
Sandra. 2016. Kultur Jaringan Anggrek Skala Rumah Tangga. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Sarmah, D, S Kolukunde, M Sutradhar, BK Singh, T Mandal, & N Mandal. 2017. A review on: In vitro cloning of orchids. International Journal of Current Microbiology and Applied Science. Vol 6. No 8. Pp 1909-1927.
Shofwaturahman, I. 2013. Cara Pemupukan Tanaman Hias Anggrek Dendrobium. Diakses pada tanggal 5 Oktober 2017.