Kultur In Vitro Umbi Dan Tunas Bawang Putih (Allium Sativum L.) Dengan Ekstrak Daun Kelor Dan Arang Aktif

Main Article Content

Ni Wayan Deswiniyanti
Ni Kadek Dwipayani Lestari

Abstract

Ketersediaan bibit bawang putih masih terbatas. Salah satu penyediaan bibit adalah melalui Teknik kultur in vitro. Tujuan penelitian ini adalah perbanyakan eksplan umbi dan tunas bawang putih dengan esktrak daun kelor dan arang aktif untuk mengurangi kontaminasi dan meningkatkan pertumbuhan eksplan. Metode menggunakan rancangan acak lengkap. Konsentrasi perlakuan media antara lain (MS0) kontrol, (MS1) 1g/L arang aktif + 50 mL/L ekstrak daun kelor, (MS2) 1.5 g/L arang aktif +100 mL/L ekstrak daun kelor, (MS3) 2 g/L arang aktif +150 mL/L ekstrak daun kelor. Eksplan yang digunakan adalah umbi dan tunas. Masing-masing perlakuan pada eksplan dan media adalah 10 ulangan total 80 ulangan. Hasil kultur umbi persentase kontaminasi terendah pada MS1 dan MS3. Hari kontaminasi tercepat pada MS0 yaitu rata – rata 1,70 hari setelah tanam (hst). Persentase tumbuh terbanyak pada MS0, MS1 dan MS3. Kultur tunas menunjukkan persentase kelulusan hidupan yang paling tinggi pada perlakuan MS3. Persentase kontaminasi paling rendah MS3. Hari kontaminasi tercepat adalah MS0 dan paling lama MS3 yaitu rata – rata 13,80 hst. Persentase kontaminasi tertinggi pada MS0 sebesar 70%.


Kata Kunci : Bawang putih, kelor, ekstrak, arang aktif, kultur

Article Details

How to Cite
Deswiniyanti, N. W., & Lestari, N. K. D. (2021). Kultur In Vitro Umbi Dan Tunas Bawang Putih (Allium Sativum L.) Dengan Ekstrak Daun Kelor Dan Arang Aktif. Jurnal Media Sains, 5(2). Retrieved from https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jms/article/view/1488
Section
Articles

References

Abdelwahd, R, Hakam N, Labhilili M. Udupa SM (2008) Use of an adsorbent and antioxidants to reduce the effects of leached phenolics in vitro plantlet regeneration of Faba bean. African Journal of Biotechnology 7(8): 997-1002.

Alizadeh, B, Royandazaghm D, Khamar KM, Oscan S (2013) Micropropagation of garlic chives (Allium tuberosum Rottl.Ex Sprang) using mesocotyl axis. The Journal of animal & plant sciences 23(2) page 543-549

Bukar, A., Uba A, Oyeyi TI (2010) Antimicrobical Profile of Moringa oleifera Lam. Ekstracts Against Some Food-Borne Microorganism. Bayero Journal of Pure and Applied Sciences, 3(1): 43-48.

Direktur Jenderal Hortikultura (2017) Pengembangan Bawang Putih Nasional. Kementerian Pertanian, Indonesia

Fuglie, LJ (2001) The Miracle Tree: The multiple attributes of moringa. Dakar, Senegal: Church World Service.

Karjadi, A.K, Buchory A (2007) Pengaruh NAA dan BAP terhadap pertumbuhan jaringan meristem bawang putih pada media B5. J.Hort. 17(3):217-223

Karyanti, Mutia A, Tati S, Yayan R (2019) Pengaruh media dasar dan NAA pada induksi in vitro akar kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) root. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia Vol 6 No 2

Krisnadi, AD (2015) Kelor Super Nutrisi. Pusat Informasi dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia. http://kelorina.com/ebook.pdf Akses 17 Maret 2020

Misra, S, Misra MK (2014) Nutritional evaluation of some leafy vegetable used by the tribal and rural people of south Odisha India. Journal of Natural Product and Plant Resources 4, 23-28.

Putra, IWDP, Dharmayudha AAGO, Sudimartini L.M (2016) Identifikasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L) di Bali Indonesia. Medicus Veterinus Vol 5(5): 464-473

Ridhawati A, Dyah ATDA, Purwati RD (2017) Pengaruh komposisi media terhadap induksi tunas dan akar lima. genotipe tanaman Agave pada kultur in vitro. Bul Tanam Tembakau, Serat Miny Ind 9:1–9. doi: 10.21082/btsm.v9n1.2017.1-9

Sandrakirana, R, Lilia F, Ericha NA, Lina A, Diding R, Wahyu H, Irma S, Baswarsiati (2018) Panduan Budidaya Bawang Putih. Kementerian Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jawa Timur

Sholihin, Y, Suminar E, Rizky WH, Pitaloka GG (2016) Pertumbuhan eksplan meristem bawang putih (Allium sativum L.) kultivar Tawangmangu pada berbagai komposisi kinetin dan GA3 in vitro. Jurnal Kultivasi Vol 15(3).

Thomas, TD (2008) The role of activated charcoal in plant tissue culture. Biotechnol Adv.26:618-31

Toma, A, Deyno S (2014) Phytochemistry and pharmacological activities of Moringa oleifera. International Journal of Pharmacognosy 1 222- 231.

Triharyanto, E, Joko S (2015) Penerapan bibit kultur jaringan pada kelompok tani di desa Pancot Tawangmangu. JKB No 17 tahun IX hal 27-35

Warohmah, M, Agus K, Rugayah (2018). Pengaruh pemberian dua jenis zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan seedling manggis (Garcinia Mangostana L.). J. Agrotek Tropika Vol 6 No1:15-20

Widiastoety, D, Santi A, Novia N (2012) Pengaruh Myoinositol dan Arang Aktif terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek Dendrobium dalam Kultur In Vitro. J. Hort. 22(3): 205-209 DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v22n3.2012.p205-209

Wulandari, AS, Sabar SN (2014) Pengaruh bahan sterilant terhadap keberhasilan inisiasi eksplan Paulownia (Paulownia elongate SY Hu) secara in vitro. Jurnal Silvikultur Tropika Vol 5 No 1 hal 1-6

Yuswanti (1999). Hardening in vitro salak melalui modifikasi media. Akta Agrosia III (1) :43-46.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.