Uji Aktivitas Antibakteri Larutan Madu Hutan Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli

Main Article Content

Maria Emiliana Sindi Loe
Ni Wayan Nursini
Ni Kadek Dwipayani Lestari

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, salah satunya bakteri Escherichia coli. Antibiotik merupakan satu zat yang dapat menghambat pertumbuhan suatu mikroorganisme. Madu hutan merupakan substansi alam yang diproduksi oleh lebah madu yang berasal dari nektar bunga atau sekret tanaman dan memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Daya antibakteri madu disebabkan karena adanya kandungan senyawa aktif, hidrogen peroksida, osmolaritas yang tinggi, serta pH yang rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh madu dalam penghambatan pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji eksperimental secara in vitr dengan menggunakan teknis diks diffusion untuk melihat peranan larutan madu hutan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Konsentrasi larutan madu hutan yang digunakan yaitu : 20%, 50%, dan 100% serta control positif menggunakan amoxicillin. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Pengujian antibakteri dilakukan dengan metode difusi padat menggunakan kertas cakram. Hasil larutan madu hutan dengan konsentrasi 20%, 50%, dan 100% menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan rata-rata zona hambat masing-masing yaitu 4,3 mm, 6,3 mm, dan 7 mm. kesimpulan Pada setiap perlakuan larutan madu hutan dapat berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan konsentrasi 100% dengan luas zona hambat sebesar 7 mm efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.


Kata Kunci: Madu hutan, Antibakteri, Escherichia coli

Article Details

How to Cite
Loe, M. E. S., Nursini, N. W., & Lestari, N. K. D. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri Larutan Madu Hutan Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli. Jurnal Media Sains, 6(1). Retrieved from https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jms/article/view/4421
Section
Articles

References

Adji, S. (2004). Khasiat dan manfaat madu. jurnal kesehatan.

Erywiyatno, L., Djoko, S., & Kriharyani, D. (2012). Pengaruh madu terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Analisis kesehatan sains, 30-7.

Haribi, R., & Yusron, K. (2010). pemeriksaan Escherichia coli pada air bak wudhlu 10 masjid di Kecamatan Tlogosari Semarang . Jurnal kesehatan.

Hammad, & said. (2011). manfaat dan khasiat madu hutan. medika, 18-19.

Hanna, & Lenna. (2007). Dinding bakteri gram negatif . mikrobiologi.

Huda, M. (2013). Pengaruh Madu Terhadap Pertumbuhan Bakteri Gram Positif (Staphylococcus Aureus) Dan Bakteri Gram Negatif (Escherichia coli). jurnal Poltekes, 250-9.

Jawetz, Melnick, & Adelberg's. (2010). Medical Microbiology . Edition .Mc Graw Hill Lange.

Johnson, S., & Nimisha, J. (2010). Antibiotic residues in honey. Dalam: Center for Science and Enviroment. New Delhi. Tughlakabad institusional Area.

Kaper, J. B., Nataro, J. P., & Mobley, H. L. (2004). Pathogenic Escherichia coli

. Nature Reviews Microbiology, 2, 123-140.

Kayser. (2005). Medical Microbiology.

Edition.Graw.

Lasmayanty. (2007). Potensi Antibakteri Propolis Lebah Madu Trigona Terhadap bakteri Kariogenik (Streptococcus mutans). . jurnal farmasi.

Mandal, S., Debmandal, M., Pal, N. K., & Saha, K. (2010). Antibacterial activity of honey against clinical isolates of Escherichia coli , Pseudomonas aeruginosa and Salmonella enterica serovar typhi. Journal of Tropical Medicine,Vol 3(12), 961-964.

Mulu, d. (2004). in vitro Assement of The Antimicrobial Potential Of Honey on CommonHuman pathogens. journal Health Dev.

Nadhilla, N. F. (2014). The Activity of Antibacteria Agent Of Honey Against Staphylococcus aureus. jurnal Majority. vol 3, 7.

Patra , k. (2011). lebah untuk kesejahtraan Masyarakat. gaceca Exact. Bekasi.

Puspitasari, I. (2007). Rahasia Sehat Madu.B First. Yogyakarta.

Rostinawati, T. (2009). Aktivitas Antibakteri Madu Terhadap Bakteri Pseudmonas aeruginosa multiresisten dan Staphylococcus aureus. jurnal farmasi Jatinangor.

Sari, E. P. (2020). Aktivitas Antibakteri Madu Terhadap Pertumbuhan Streptococcus pyogenes. Jurnal Insan Cendikia. vol.7, No.1.

Suci, L. (2010). Uji Aktivitas Antimikroba Larutan Madu Kapuk dan Madu Hutan Terhadap Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Skripsi FKUPN. Jakarta.

Sun, d. (2019). Uji Aktivitas Antibakteri larutan madu hutan terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro. cendana Medical, 16.

Utami, N., & Luthfiana, N. (2016). Faktor- Faktor yang mempengaruhi kejadian Diare pada Anak . Majority. Vol. 5, 4.

Vardi, A., Barzilay, Z., Cohen, H. A., Linder, N., Paret, G., & Barzilai, A. (2009). Local Application of honey for treatment of neonatal postoperative Wound infection. Acta Paediatrica, 429-432.

Yuliati. (2017). Uji Efektivitas Larutan Madu Sebagai Antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus Dan pseudomonas aureginosae. jurnal profesi medika.

Zulhawa, D. J. (2010). Daya Hambat Madu Kuman Staphylococcus aureus Isolat Infeksi RS Islam Amal Sehat Sragen. skripsi. fakultas kedokteran UNS

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.