Uji Efek Anti Bakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Zona Hambat Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes

Main Article Content

Yeni Evaning Tiyas
Ni Kadek Dwipayani Lestari
I Made Gde Sudyadnyana Sandhika

Abstract

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan salah satu gangguan kulit yang umum terjadi dan kerap disebabkan oleh infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotik sintetis dalam pengobatan jerawat sering menimbulkan resistensi bakteri, sehingga dibutuhkan alternatif pengobatan berbasis bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan bakteri P. acnes serta menentukan konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang melibatkan tiga konsentrasi ekstrak (30%, 40%, dan 50%) serta dua kontrol (positif dan negatif). Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan hasil zona hambat dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor pada konsentrasi 30% menghasilkan zona hambat terbesar sebesar 2,0 mm, disusul oleh konsentrasi 50% dan 40% masing-masing sebesar 1,8 mm dan 1,5 mm. Kontrol positif (krim enbatic) menunjukkan zona hambat 1,8 mm, sedangkan kontrol negatif (etanol 70%) tidak menghasilkan zona hambat. Aktivitas antibakteri ini diduga berasal dari kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, fenol, dan saponin yang terdapat dalam daun kelor. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami terhadap Propionibacterium acnes, dengan konsentrasi 30% sebagai dosis paling efektif dalam penelitian ini.

Article Details

How to Cite
Tiyas, Y. E., Lestari, N. K. D., & Sandhika, I. M. G. S. (2022). Uji Efek Anti Bakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Zona Hambat Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes. Jurnal Media Sains, 6(2). Retrieved from https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jms/article/view/4423
Section
Articles

References

Agusti, A. W. (2013). Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Maserasi Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Bakteri Straphylocoocus aureus. Artikel Biomedika Vol.6 , 14-19.

Chairunnisa, A. (2017). Efektifitas Gel Ekstrak Etanol 70% Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Propionibacterium acnes. Pharmaceutical & Tradisional Medicine.

Da SilvaAC, L. D. (2012). Biological Activities of α-pinene and β-pinene Enantiomer.

Duryatmo.S. (2005). Dulu Hiasan Kini Obat. p. 427:37.

Hayatus, S. S. (2020). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Air Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia .

Irwan, Z. (2020). Kandungan Zat Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Berdasarkan Metode Pengeringan. Jurnal Kesehatan Manarang .

Istiqomah. (2013). Perbandingan Maserasi Dan Sokletasi Terhadap Kadar Piperin Buah Cabe Jawa (Piperis Retrofracti Fructus).

Jawetz, E. J. (2001). Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.

Markham, K. R. (1988). Cara mengidentifikasi Flavonoid. a.b. Kosasih Padmawinata, ITB .

Pandey, A. R. (2012). Moringa oleifera Lam. (Sahijan) – A Plant with Plethora of Diverse Therapeutic Benefits: An Updated Resrospection. Medical Aromatic Plants .

Parubak, A. S. (2005). Isolasi dan Identifikasi Alkaloid dari Kulit Kayu Akway(Drimys beccariana.Gibs) Asal Manokwari. Laporan penelitian .

Parubak, A. S. (2013). Senyawa Flavonoid Yang Bersifat Antibakteri Dari Akway (Drimys becariana.Gibbs). chem.prog .

Parwata, I. M. (2016, Maret ). Obat Tradisional. p. 5.

Purwaningdyah, R. A. (2013). Profil Penderita Acne Vulgaris pada Siswa-Siswi di SMA Shafiyyatul Ammaliyah Medan. 1(1).

Putra, I. W. (2016). Identifikasi Senyawa Ekstrak Etanol daun Kelor (Moringa oleifera L) di Bali. Medicus Veteran P ISSN : 20301-7848.

Robinson, T. (1995). Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, cetakan VI (terjemahan). Bandung: Penerbit ITB.

Saragih D. F., Opod, H., & Pali, C. (2016). Hubungan Tingkat Kepercayaan Diri dan Jerawat (Acne vulgaris) Pada Siswa-Siswi Kelas XII di SMA Negeri 1 Manado. Jurnal e-Biomedik (eBm) , 4(1).

Sivaprakasam, S., Mahadevan, S., Sekar, S., & Rajakumar, S. (2008). Biological treatment of tannery wastewater by using salt-tolerant bacterial stains. Microbial Cell Factories , 7(15): 1-7.

Sofyani, W. O. W. (2019). Siatem Klasifikasi Kelor dalam Etnobotani Masyarakat Wolio. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) , 49-64.

Vinoth, B., Manivasagaperumal, R., & Balamurugan, S. (2012). Phytochemical Analysis and Antibacterial Activity of Moringa Oleifera Lam. International Journal of Research in Biological Sciences , 2(3): 98-102.

Vongsak, B., Sithisarn, P., Mangmool, S., Thongpraditchote, S., Wongkrajang, Y., & Gritsanapan, W. (2013). Maximizing total phenolic, total flavonoids contents and antioxidant activity of Moringa oleifera leaf extract by appropriate extraction method. . Industrial Crops and Producs , 44: 566-671.

Vongsak, B., Sithissarn P, Mangmool S, Thongpraditchote S, Wongkrajang Y, Gritsanapan W. 2013. Maximizing total phenolic, total flavonoids contents and antioxidant activity of Moringa oleifera leaf extract by appropriate extraction method. Industrial Crops and Producs 44: 566-671.

Williams, H. C., Dellavalle, R. P. (2012). Acne Vulgaris.

Zahrah, H., Mustika, A., & Debora, K. (2019). AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN PERUBAHAN MORFOLOGI DARI PROPIONIBACTERIUM ACNES SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK CURCUMA XANTHORRHIZA. Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.